
BOGORTODAY.COM – Ancaman degradasi bagi klub besar di Premier League biasanya terdengar hampir mustahil. Namun musim ini situasi tidak biasa dialami oleh Tottenham Hotspur yang kini hanya terpaut satu poin dari zona merah yang ditempati West Ham United dengan sembilan pertandingan tersisa.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga dampak finansial yang bisa sangat besar bagi klub London Utara tersebut. Jika skenario terburuk benar-benar terjadi dan Spurs terdegradasi ke EFL Championship, penurunan pemasukan klub diperkirakan akan sangat signifikan.
Dalam laporan keuangan yang dirilis oleh UEFA, Tottenham tercatat memiliki pendapatan sekitar 690 juta poundsterling tahun lalu, menempatkan mereka di jajaran klub dengan pemasukan terbesar di Eropa. Namun analisis dari media Inggris memperkirakan klub bisa kehilangan sekitar 261 juta pound jika turun kasta.
Salah satu sektor yang paling terdampak adalah pendapatan dari pertandingan kandang di Tottenham Hotspur Stadium. Musim lalu, Spurs meraih sekitar 130 juta pound dari pemasukan hari pertandingan, termasuk tiket, paket hospitality, dan layanan korporat.
Jika harus bermain di Championship, daya tarik pertandingan tentu akan jauh berbeda dibandingkan laga Premier League. Pertandingan melawan klub-klub kasta kedua diperkirakan tidak akan mendatangkan jumlah penonton dan pemasukan yang sama seperti saat menghadapi klub elite.
Selain itu, Tottenham juga berpotensi kehilangan pendapatan besar dari hak siar televisi. Klub yang bermain di Premier League mendapatkan pembagian hak siar domestik dan internasional yang nilainya sangat besar, jauh lebih tinggi dibandingkan kompetisi kasta kedua.
Peluang tampil di kompetisi Eropa seperti UEFA Champions League juga akan hilang, yang berarti puluhan juta pound dari sektor tersebut tidak lagi masuk ke kas klub.
Pendapatan komersial juga berisiko menurun. Tottenham memiliki kontrak sponsor besar dengan Nike dan AIA Group yang secara gabungan bernilai sekitar 70 juta pound per tahun. Beberapa kontrak tersebut dilaporkan memiliki klausul penurunan nilai jika klub terdegradasi.
Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menilai dampak ekonomi dari degradasi bagi klub sebesar Tottenham bisa sangat berat dan tidak mudah dipulihkan dalam waktu singkat.
Di sisi lain, mantan pemain Spurs Gareth Bale juga menyoroti strategi klub dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai pendekatan Tottenham yang cenderung berhati-hati dalam belanja pemain bisa menjadi salah satu faktor yang membuat tim kesulitan bersaing di level tertinggi.
Meski begitu, dengan sembilan laga tersisa musim ini, Tottenham masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi mereka dan menghindari skenario yang bisa berdampak besar bagi masa depan klub.
(MG6)
Editor : Alif Luqman
Sumber : bola.net
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















