Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru, Tantangan dan Respons Internasional Mengintai

BOGORTODAY.COM Iran resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei. Mojtaba, yang merupakan putra kedua Ali Khamenei, dipilih melalui mekanisme Majelis Pakar, mengikuti proses internal setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menewaskan Ali Khamenei pada hari pertama serangan tersebut.

Mojtaba Khamenei, berusia 56 tahun, selama ini dikenal sebagai tokoh penting di lingkaran dekat pemimpin tertinggi, meski tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum.

Ia juga menjalin hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), memperkuat posisinya sebagai calon kuat pengganti ayahnya.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Penunjukan ini menimbulkan sorotan karena menimbulkan kesan dinasti dalam kepemimpinan Iran, yang mengingatkan sebagian pihak pada monarki Pahlavi sebelum revolusi 1979. Mojtaba sendiri jarang membahas isu suksesi secara terbuka, menjadikan topik ini sangat sensitif di kancah politik Iran.

Di sisi lain, penunjukan Mojtaba menimbulkan reaksi internasional, khususnya dari Israel. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa negara tersebut menargetkan setiap pemimpin Iran yang dianggap mengancam keamanan Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara sekutu di kawasan.

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Katz menegaskan bahwa posisi baru Mojtaba Khamenei menjadikannya sasaran potensial, tanpa memandang lokasi atau kondisi tempat persembunyiannya.

Langkah ini menambah ketegangan di Timur Tengah, mengingat dinamika konflik yang masih berlangsung antara Iran, Israel, dan sekutunya.

Dengan penunjukan Mojtaba Khamenei, dunia kini mengamati bagaimana kebijakan luar negeri dan keamanan Iran akan berkembang di bawah kepemimpinannya, sekaligus menghadapi tekanan serta ancaman dari negara-negara yang menentang rezim baru.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================