Puji Kualitas Pasar Jambu Dua, Komisi IX DPR RI: Contoh Pasar Modern yang Aman dan Sehat

Direktur Utama, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor saat mendampingi Komisi IX DPR RI dalam kunjungan ke Pasar Jambu Dua. Foto : Aditya/Bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Jajaran Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mendampingi Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI ke Pasar Jambu Dua, pada Rabu (11/3/2026).

Turut hadir Dewan Pengawas beserta Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya. Dalam kunjungannya, Komisi IX DPR RI meninjau langsung stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Η.

Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan apresiasi atas pencapaian Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang telah meraih penghargaan sebagai Kota Aman Pangan. Ia juga menyoroti Pasar Jambu Dua yang telah mengantongi penghargaan SNI dari Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Pusat.

“Kami banyak mendapatkan informasi dan catatan dari Pemerintah Kota Bogor. Pasar Jambu Dua ini termasuk pasar modern dengan tingkat keamanan pangan yang terjamin, bersih, aman, dan sehat,” ujar Yahya.

BACA JUGA :  Car Free Night Istimewa Akan Hadirkan Suasana Malam Penuh Warna

Meski demikian, Yahya memberikan catatan terkait tingkat kepatuhan aturan keamanan pangan yang saat ini berada di angka 90 persen. Ia menegaskan bahwa sisa 10 persen menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk terus diperbaiki.

Upaya Mengejar Standar 100 Persen

Untuk menutupi celah 10 persen tersebut, Yahya menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat, serta pengawasan langsung di lapangan.

“Bilamana terjadi kasus, harus langsung diadukan ke kepolisian karena ini menyangkut keamanan makanan yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu temuan yang masih ada di Kota Bogor adalah mi yang mengandung boraks, meski jumlahnya sangat minim,” jelasnya.

Terkait stabilitas harga, Yahya menyebutkan bahwa hingga saat ini harga bahan pokok di Pasar Jambu Dua masih stabil. Namun, ia mengingatkan potensi kenaikan harga sebesar 5 persen hingga 10 persen yang biasanya terjadi mendekati hari raya.

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Peran Satgas Keamanan Pangan Kota Bogor

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa predikat Kota Aman Pangan yang disandang tidak lepas dari peran aktif Satgas Keamanan Pangan. Satgas ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, BPOM, BPJS Kesehatan, hingga Kementerian Kesehatan sebagai pemantau.

Dedie mengajak masyarakat untuk turut aktif dalam melakukan pengecekan mandiri terhadap produk pangan yang dibeli.

“Selama timnya solid dan masyarakat mau melakukan pengecekan awal—seperti memperhatikan bau atau warna yang mencurigakan (zat pewarna tekstil)—risiko bisa diminimalisir. Jika ada kecurigaan terkait bahan pengawet, segera laporkan kepada Satgas atau kami teruskan ke BPOM,” pungkas Dedie.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, BPOM Kota Bogor menyatakan proses pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung, namun sejauh ini kondisi pangan di Kota Bogor relatif aman terkendali.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================