
BOGORTODAY.COM – Banyak orang menganggap kebiasaan memencet bubble wrap hanya sekadar aktivitas iseng. Namun, bunyi “pop” yang muncul saat gelembung udara pecah ternyata memberikan sensasi tersendiri yang sulit ditolak.
Di balik aktivitas sederhana tersebut, tubuh dan otak sebenarnya mengalami respons tertentu yang dapat membantu meredakan stres dan ketegangan.
Bubble wrap sendiri pada awalnya tidak diciptakan sebagai pelindung barang. Produk ini pertama kali dikembangkan sebagai bahan dekorasi dinding atau wallpaper.
Seiring waktu, fungsinya berubah menjadi pembungkus pelindung untuk barang-barang yang mudah pecah. Meski begitu, banyak orang justru menikmati sensasi memencet gelembung udara yang terdapat pada plastik tersebut.
Penelitian ilmiah juga pernah mengkaji fenomena ini. Dilansir dari The Cut, psikolog Kathleen M. Dillon dari Western New England College meneliti efek psikologis dari kebiasaan memencet bubble wrap pada awal tahun 1990-an.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang memencet bubble wrap cenderung merasa lebih rileks sekaligus lebih fokus dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Aktivitas ini mampu memberikan efek menenangkan tanpa membuat seseorang kehilangan energi atau menjadi mengantuk.
Menurut Dillon, gerakan kecil yang dilakukan secara berulang, seperti menekan gelembung bubble wrap, dapat membantu melepaskan ketegangan pada otot yang muncul ketika seseorang sedang mengalami stres.
Temuan ini juga sejalan dengan teori psikolog Robert E. Thayer yang menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki cara alami untuk mengatur suasana hati saat menghadapi tekanan atau kelelahan mental.
Manfaat Psikologis Memencet Bubble Wrap
Meski terlihat sederhana, memencet bubble wrap ternyata memiliki beberapa manfaat bagi kondisi mental. Berikut beberapa penjelasannya.
- Membantu meredakan ketegangan
Setiap gelembung udara pada bubble wrap menyimpan tekanan kecil. Ketika gelembung tersebut ditekan hingga pecah, tekanan itu dilepaskan dan menghasilkan sensasi lega. Secara psikologis, hal ini dapat memberi rasa kontrol dan membantu mengurangi ketegangan yang tersimpan.
- Memberi stimulasi pada otak
Aktivitas memencet bubble wrap melibatkan beberapa indra sekaligus. Bunyi letupan, sensasi sentuhan di ujung jari, serta perubahan visual saat gelembung pecah menciptakan stimulasi multisensori. Rangsangan ini dapat memicu pelepasan dopamin, zat kimia di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan kepuasan.
- Mengurangi stres sementara
Kegiatan sederhana ini juga dapat menjadi distraksi singkat dari tekanan sehari-hari. Ketika fokus tertuju pada aktivitas memencet gelembung, pikiran bisa beralih sejenak dari masalah yang sedang dihadapi sehingga stres terasa berkurang.
- Memberikan rasa puas
Setiap bunyi “pop” memberikan hasil yang langsung terasa. Sensasi keberhasilan kecil ini dapat menimbulkan rasa puas karena otak menerima umpan balik instan dari tindakan yang dilakukan.
- Menenangkan pikiran melalui stimulasi sensorik
Memencet bubble wrap melibatkan sentuhan, suara, dan penglihatan secara bersamaan. Kombinasi stimulasi tersebut membantu otak lebih fokus dan memberi efek menenangkan pada pikiran.
Lebih dari Sekadar Kebiasaan Iseng
Walaupun terlihat sepele, kebiasaan memencet bubble wrap ternyata menunjukkan bagaimana tubuh manusia mencari cara sederhana untuk melepaskan stres. Dari sudut pandang psikologi, aktivitas kecil ini bisa menjadi mekanisme alami untuk meredakan ketegangan, meningkatkan konsentrasi, dan menghadirkan rasa nyaman pada pikiran.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















