Seni Transisi “Fasting ke Feasting”: Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Tumbang

Fasting
Seni Transisi "Fasting ke Feasting": Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Tumbang. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Hari Raya Idulfitri sering kali menjadi ujian sesungguhnya bagi sistem metabolisme kita.

Setelah 30 hari tubuh terbiasa dengan ritme puasa yang teratur, momen Lebaran hadir dengan jamuan berlimpah: dari opor bersantan hingga kue-kue manis yang menggoda.

Fenomena perubahan mendadak dari pola fasting (puasa) menuju feasting (pesta makan) ini membawa tantangan kesehatan tersendiri.

BACA JUGA :  Rangkaian HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Ajak Warga Menyusuri Sejarah dan Alam Bogor

Jika tidak dikelola dengan baik, euforia makan “balas dendam” pasca-Ramadan dapat berdampak buruk pada tubuh.

Waspadai Kejutan pada Sistem Pencernaan

Menurut Prof. Dr. Rimbawan, pakar nutrisi dari Herbalife Nutrition Advisory Board, sistem pencernaan manusia memerlukan waktu untuk beradaptasi kembali.

Memaksakan lambung menerima asupan tinggi lemak, santan, dan gula secara masif dalam waktu singkat bisa memicu gangguan seperti perut kembung hingga diare.

BACA JUGA :  Truk Tangki Tabrak Truk Parkir di Jagorawi, Sopir Diduga Mengantuk

Dalam jangka panjang, kegagalan mengontrol nafsu makan pasca-Lebaran berkontribusi pada lonjakan berat badan, tekanan darah tinggi, hingga gangguan jantung.

Strategi Menjaga Keseimbangan Nutrisi di Hari Raya

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================