
BOGORTODAY.COM – Tanpa terasa, perjalanan spiritual di bulan suci Ramadan segera mencapai puncaknya. Kini, umat Muslim bersiap menyambut Jumat terakhir di bulan yang penuh ampunan ini.
Dalam tradisi Islam, hari Jumat memiliki kedudukan yang sangat mulia dibandingkan hari-hari lainnya.
Kemuliaan ini ditegaskan dalam hadis riwayat Muslim dan Tirmidzi, di mana Rasulullah SAW menyebut Jumat sebagai hari terbaik saat matahari terbit.
Hari tersebut menjadi saksi penciptaan Nabi Adam AS, waktu beliau masuk dan keluar dari surga, hingga menjadi hari yang ditetapkan sebagai waktu terjadinya kiamat kelak.
Untuk memaksimalkan momentum langka ini, berikut adalah 7 amalan yang dapat mempertebal pahala di Jumat penutup Ramadan:
- Menyempurnakan Kebersihan dengan Mandi Sunnah
Membersihkan diri secara total melalui mandi sunnah Jumat merupakan anjuran kuat. Hal ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari adab menyambut hari raya mingguan.
Rasulullah SAW menjanjikan ampunan dosa di antara dua Jumat bagi mereka yang mandi, bersuci, mengenakan wewangian, dan berangkat ke masjid dengan tenang tanpa mengganggu jamaah lain.
- Mendirikan Salat Duha
Melaksanakan salat Duha di hari Jumat memberikan keuntungan ganda: pahala rutin Duha dan keutamaan ibadah sunnah di hari mulia.
Merujuk pada hadis riwayat Abu Daud, berdiam diri untuk berzikir dan menjalankan dua rakaat Duha setelah Subuh dapat menjadi wasilah penggugur dosa, meski dosa tersebut sebanyak buih di lautan.
- Menghidupkan Cahaya dengan Surah Al-Kahfi
Membaca Al-Kahfi adalah amalan khas hari Jumat yang sangat dianjurkan. Selain menambah ketenangan batin, membaca surah ini dipercaya akan memancarkan cahaya spiritual bagi pembacanya hingga hari Jumat berikutnya, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Hakim dan Baihaqi.
- Melangitkan Sholawat Nabi
Jumat adalah waktu yang paling utama untuk memperbanyak pujian kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
Umat Islam disarankan untuk membasahi lisan dengan sholawat, baik pada siang hari maupun malam harinya, sebagai bentuk kecintaan dan harapan akan syafaat beliau.
- Memburu Waktu Mustajab dengan Doa dan Zikir
Ada satu waktu rahasia di hari Jumat di mana setiap doa yang dipanjatkan oleh seorang Muslim yang tengah salat tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, memperbanyak zikir dan permohonan tulus sangat krusial dilakukan sepanjang hari ini, terutama di waktu-waktu menjelang berbuka atau waktu asar.
- Meluaskan Sedekah
Jika sedekah di bulan Ramadan sudah memiliki pahala yang berlipat ganda, maka bersedekah di hari Jumat bulan Ramadan adalah kombinasi kebaikan yang luar biasa.
Ibnu Al-Qayyim menggambarkan bahwa keistimewaan sedekah di hari Jumat dibandingkan hari lain ibarat keistimewaan sedekah di bulan Ramadan dibandingkan bulan-bulan lainnya.
- Mengenal Diskursus Salat Kafarat
Di Indonesia, terdapat tradisi melaksanakan salat kafarat atau salat bara’ah sesudah salat Jumat di akhir Ramadan.
Tujuannya adalah sebagai bentuk ikhtiar mengganti salat fardu yang mungkin pernah terlewatkan secara tidak sengaja.
Perlu dicatat bahwa terdapat perbedaan pendapat (ikhtilaf) di kalangan ulama mengenai hal ini:
- Kelompok yang Membolehkan: Mayoritas ulama di wilayah Yaman dan Hadramaut mempraktikkannya sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyat).
- Kelompok yang Melarang: Ulama seperti Syekh Ibnu Hajar mengharamkannya karena menganggap tidak ada dalil kuat yang secara khusus memerintahkan salat ini pada Jumat terakhir Ramadan.
Jumat terakhir Ramadan adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui kembali tahun depan.
Dengan menghidupkan amalan-amalan di atas, semoga kita dapat mengakhiri bulan suci ini dalam keadaan fitrah dan penuh keberkahan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














