
BOGORTODAY.COM – Rencana besar pengembangan sistem pertahanan luar angkasa yang digagas oleh Donald Trump mulai memasuki tahap nyata. Kementerian Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon dilaporkan telah menunjuk dua perusahaan teknologi untuk mengembangkan prototipe awal sistem bernama “Golden Dome”.
Perusahaan yang terlibat dalam tahap ini adalah Impulse Space dan Anduril Industries. Keduanya akan fokus membangun teknologi berbasis satelit yang mampu melacak sekaligus menargetkan rudal sejak fase awal peluncuran.
Menghidupkan Kembali Konsep “Perisai Langit”
Golden Dome dirancang sebagai jaringan satelit canggih yang dapat mendeteksi, mengikuti, dan bahkan menghancurkan ancaman seperti rudal balistik maupun drone sebelum mencapai wilayah Amerika Serikat.
Gagasan ini sebenarnya bukan hal baru. Pada era Ronald Reagan, pemerintah AS pernah memperkenalkan program Strategic Defense Initiative yang populer dengan julukan “Star Wars”. Namun, proyek tersebut tidak pernah benar-benar terwujud karena keterbatasan teknologi saat itu.
Kini, Golden Dome mencoba merealisasikan konsep serupa dengan dukungan teknologi modern, termasuk kecerdasan buatan dan perkembangan industri satelit.
Peran Perusahaan Teknologi
Dalam proyek ini, Impulse Space akan berperan sebagai mitra teknis di bawah koordinasi Anduril. Perusahaan tersebut dipimpin oleh Tom Mueller, yang dikenal sebagai salah satu tokoh awal di SpaceX milik Elon Musk.
Sementara itu, Anduril Industries dikenal sebagai perusahaan yang agresif mengembangkan teknologi militer berbasis kecerdasan buatan, termasuk sistem drone dan pengawasan canggih.
Selain kedua perusahaan tersebut, sejumlah raksasa industri pertahanan seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan True Anomaly juga disebut ikut berkontribusi dalam tahap awal pengembangan.
Tantangan Teknologi dan Biaya Fantastis
Salah satu komponen utama Golden Dome adalah sistem interceptor berbasis luar angkasa, yang dirancang untuk menghancurkan rudal sejak masih dalam fase peluncuran. Namun, teknologi ini masih berada pada tahap awal dan belum pernah diterapkan secara operasional.
Pada 2025, United States Space Force bahkan baru mulai menjajaki kemungkinan teknologi tersebut melalui permintaan informasi kepada industri.
Para ahli menilai proyek ini menghadapi tantangan besar, mulai dari akurasi pelacakan objek di luar angkasa hingga kecepatan respons sistem dalam menghadapi ancaman real-time.
Selain itu, biaya pengembangannya juga menjadi sorotan. Beberapa studi memperkirakan total anggaran Golden Dome bisa mencapai 3,6 triliun dolar AS hingga tahun 2045.
Kekhawatiran Geopolitik Global
Lembaga riset Brookings Institution menilai proyek ini berpotensi memicu perlombaan senjata baru di luar angkasa. Negara seperti China dan Rusia diperkirakan akan mengembangkan sistem serupa sebagai respons.
Alih-alih meningkatkan stabilitas, langkah ini justru dikhawatirkan memperkeruh situasi keamanan global.
Menuju Uji Coba Awal
Meski jadwal resmi masih belum diumumkan, beberapa laporan menyebutkan bahwa uji coba besar pertama Golden Dome kemungkinan akan dilakukan menjelang pemilihan presiden AS pada 2028.
Dengan dimulainya pengembangan prototipe oleh Impulse Space dan Anduril, proyek ini kini telah memasuki fase yang lebih konkret. Namun, keberhasilannya masih menjadi tanda tanya besar—apakah benar mampu menjadi “perisai langit”, atau justru hanya menjadi ambisi mahal yang sulit direalisasikan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















