BOGORTODAY.COM – Aksi pembegalan yang kembali marak di wilayah Kota Bogor mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Terbaru, seorang warga di wilayah Cikaret dilaporkan menjadi korban dan harus dilarikan ke rumah sakit setelah terlibat perkelahian dengan pelaku demi mempertahankan barang miliknya.
Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen memperkuat sistem pengawasan digital.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan pihaknya akan segera merealisasikan penambahan ratusan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis.
“Ada, kami akan tambah (CCTV), tambah 100 lagi,” ujar Dedie saat ditemui di Mako Korem 061/Suryakencana, pada Kamis (16/4/2026).
Menurut Dedie, saat ini baru tersedia sekitar 110 kamera yang terintegrasi dengan Command Center Pemkot Bogor. Jumlah tersebut dinilai belum memadai untuk menjangkau luas wilayah Kota Bogor yang mencapai 111 kilometer persegi.
Kedepannya, ia menargetkan pemasangan CCTV dilakukan setiap jarak 50 meter di area rawan.
“Jika ada kejadian kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, atau kehilangan barang, bisa langsung terdeteksi lengkap mengenai siapa pelakunya dan di mana posisinya. Ini bagian dari upaya agar Kota Bogor menjadi lebih tertib dan disiplin,” tambahnya.
Di sisi lain, Polresta Bogor Kota juga meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kejahatan jalanan.
Kasatreskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi Nugroho, mengungkapkan bahwa aksi pembegalan umumnya terjadi pada dini hari.
“Aksi pembegalan biasanya terjadi antara pukul 02.00 hingga 05.00 WIB. Pelaku cenderung beraksi di lokasi yang minim penerangan,” jelas Aji.
Pihak kepolisian telah memetakan sejumlah titik rawan kejahatan di enam kecamatan, antara lain di wilayah Tanah Sareal (Cijambu dan Salabenda, batasan Kemang/Parung). Bogor Utara (Cimahpar, kawasan Katulampa, dan Pangkalan Dua).
Bogor Barat meliputi wilayah Bubulak (batasan Laladon) dan area perumahan. Kemudian, Bogor Selatan di Jalan Tentara Pelajar dan kawasan Pamoyanan.
Selain begal, polisi juga mengidentifikasi kerawanan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang justru sering terjadi pada pagi hingga menjelang siang hari di pemukiman padat dan parkiran umum.
“Pencurian biasanya terjadi antara pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Lokasi yang perlu diwaspadai meliputi kawasan Taman Kencana, Perumahan Yasmin, serta pusat keramaian seperti Pasar Anyar dan Stasiun Bogor,” pungkas Aji.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















