
Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati & Aktivis Pendidikan)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita empat pasang sepatu mewah merek Louis Vuitton (LV) senilai total Rp129 juta sebagai barang bukti kasus dugaan korupsi Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Sepatu tersebut diduga dibeli menggunakan uang hasil pemerasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang sering diminta reimburse oleh Bupat. Sepatu mewah dan mahal tersebut merk Louis Vuitton (LV) dengan berbagai tipe, yaitu Major Loafer, Runner Tatic Sneakers (Grey Neon Green), Trainer Sneaker dan City Loafer.
Barang bukti ini dipamerkan KPK pada konferensi pers terkait dugaan pemerasan dan gratifikasi pada April 2026. KPK menegaskan bahwa temuan ini menyoroti pola korupsi, dimana pembelian barang pribadi seperti sepatu mewah dibebankan kepada (OPD).
Salah satu ciri koruptor adalah rakus, sudah punya satu sepatu mewah ingin punya 2, 3, atau bahkan lebih. Sudah punya satu rumah mewah ingin punya 2, 3 atau bahkan lebih. Sudah punya satu mobil mewah ingin punya 2, 3 atau bahkan lebih. Sudah punya tabungan 100 juta ingin punya 1 milyar, 1 triliun atau bahkan lebih.
Ya para koruptor ini tidak pernah ada puasnya, diberi nasihat atau sindiran agar tidak korupsi, atau ada sosialisasi tata cara pencegahan korupsi atau bahkan ada UU tentang korupsi tidak mempan dan tidak terpengaruh. Maka sejak tahun 2026 sampai sekarang banyak pejabat yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK.
Terus apa hubungannya dengan judul opini kali ini pembaca Bogor Today yang budiman? Ya hubungannya, jika koruptor rakus dan punya sepatu mewah banyak, maka salah seorang proklamator kita, yaitu Drs. Muhammad Hatta atau yang lebih dikenal dengan Bung Hatta sampai akhir hayatnya, beliau ingin beli sepatu merk Bally saja tidak kesampaian, masyaAllah betapa sederhananya dan jujurnya Wakil Presiden ini.
Bandingkan hanya seorang Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo punya banyak sepatu mewah dan kekayaan milyaran, sementara seorang Wapres sekaligus salah satu Proklamator RI beli sepatu mewah Bally saja tidak mampu, sampai akhir hayatnya. Hal ini diketahui oleh keluarganya, bahwa Bung Hatta pernah bilang bahwa beliau ingin beli sepatu Bally, tapi sampai wafatnya hal itu belum terwujud, dan brosur sepatu Bally tersebut tersimpan di laci meja kerjanya.
Seperti syair lagunya Iwan Fals yang berjudul Bung Hatta di antaranya berbunyi”Tuhan terlalu cepat semua. Kau panggil satu-satunya yang tersisa Proklamator tercinta.Jujur lugu dan bijaksana. Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa rakyat Indonesia. Alhamdulillah kita masih punya pemimpin yang luar biasa seperti Bung Hatta. Jayalah Indonesiaku
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















