BRIN Dorong Observatorium Gunung Timau Jadi Pusat Riset Antariksa Terdepan Asia

BOGORTODAY.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional terus mempercepat pengembangan fasilitas Observatorium Nasional Gunung Timau yang berlokasi di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengamatan antariksa paling modern di kawasan Asia, bahkan disebut memiliki peran strategis dalam pengembangan riset luar angkasa Indonesia.

Observatorium tersebut dirancang untuk menjadi rumah bagi teleskop terbesar di Asia Tenggara, sekaligus memanfaatkan letaknya yang berada di wilayah dekat khatulistiwa sebagai posisi ideal untuk pengamatan benda-benda langit.

Pembangunan Hampir Rampung

Kepala Arif Satria menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas observatorium telah mencapai tahap akhir. Progres pengerjaan dilaporkan sudah mendekati penyelesaian dan ditargetkan segera dapat dioperasikan secara penuh.

Ia menegaskan bahwa keberadaan observatorium ini akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat riset antariksa nasional sekaligus membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas di bidang astronomi.

Selain itu, proyek ini juga dikaitkan dengan pengembangan pusat peluncuran antariksa nasional di Biak, Papua, yang diharapkan saling terintegrasi dalam mendukung ekosistem riset luar angkasa Indonesia.

BACA JUGA :  Resep Bolu Tape Lembut dan Harum, Cocok untuk Teman Minum Teh

Penguatan Ekosistem Riset Jadi Fokus

Tidak hanya pembangunan teleskop, Badan Riset dan Inovasi Nasional juga menaruh perhatian pada penguatan ekosistem riset di sekitar observatorium.

Langkah yang disiapkan mencakup penambahan jumlah peneliti, revitalisasi fasilitas pendukung seperti gedung magnetometer, serta peningkatan infrastruktur penelitian agar operasional observatorium dapat berjalan optimal.

Pihak BRIN menilai bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada alat observasi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan dukungan fasilitas penunjang.

Dukungan Infrastruktur di Lokasi

Dalam kunjungannya ke lokasi proyek, Arif Satria juga menyoroti pentingnya akses infrastruktur menuju kawasan observatorium.

Ia meminta pemerintah daerah untuk memperbaiki akses jalan agar kawasan tersebut tidak terisolasi dan mudah dijangkau oleh peneliti maupun pihak terkait lainnya.

Menurutnya, konektivitas infrastruktur menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan operasional fasilitas riset berskala besar tersebut.

Teleskop Terbesar di Asia Tenggara

Sementara itu, peneliti Andre Pandie menjelaskan bahwa teleskop yang dipasang di Observatorium Gunung Timau akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

BACA JUGA :  Peabo Bryson, Suara Legendaris di Balik Lagu Disney, Tutup Usia pada 75 Tahun

Ia menyebutkan bahwa secara global, hanya terdapat sedikit teleskop dengan kapasitas serupa, termasuk di Jepang. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki posisi penting dalam peta penelitian astronomi dunia.

Letak geografis Indonesia yang berada di wilayah khatulistiwa juga dinilai memberikan keuntungan tersendiri dalam melakukan pengamatan luar angkasa, karena memungkinkan cakupan langit yang lebih luas.

Peluang Kerja Sama Internasional

Dengan fasilitas yang semakin modern, Observatorium Gunung Timau diharapkan dapat menjadi pusat kolaborasi riset internasional di bidang astronomi.

Badan Riset dan Inovasi Nasional optimistis bahwa keberadaan teleskop ini akan membuka lebih banyak kerja sama global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam penelitian antariksa dunia.

Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, observatorium ini akan menjadi salah satu fasilitas ilmiah paling penting di Asia dan menjadi kebanggaan baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================