LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar Viral, Disdikbud dan MPR Lakukan Evaluasi Penilaian

LCC
LCC Empat Pilar MPR RI di Kalbar Viral, Disdikbud dan MPR Lakukan Evaluasi Penilaian. (Foto: dok YouTube MPRGOID)

BOGORTODAY.COM – Pelaksanaan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tengah menjadi sorotan publik setelah munculnya protes dari peserta yang videonya viral di media sosial.

Perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dianggap serupa memicu perdebatan dan perhatian luas dari masyarakat.

Disdikbud Kalbar Panggil Pihak Sekolah

Menanggapi polemik tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat bergerak cepat dengan memanggil pihak sekolah terkait. Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi dari SMAN 1 Pontianak beserta tim pendamping lomba.

Pemanggilan tersebut dilakukan untuk membahas secara menyeluruh duduk persoalan yang terjadi selama kompetisi berlangsung.

Faisal juga menekankan pentingnya semua pihak mengikuti aturan dan prosedur resmi dalam setiap perlombaan. Ia mendorong agar pihak sekolah mengajukan peninjauan ulang kepada panitia apabila merasa ada hal yang perlu dikaji kembali.

Meski demikian, pihak SMAN 1 Pontianak disebut telah menerima hasil akhir perlombaan. Namun evaluasi tetap dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Perbedaan Penilaian Jadi Sorotan

Kasus ini mencuat setelah beredarnya video yang menunjukkan adanya perbedaan nilai terhadap jawaban peserta yang dinilai serupa. Dalam salah satu sesi, Grup C dari SMAN 1 Pontianak memperoleh nilai minus karena jawaban dianggap kurang lengkap.

Sementara itu, jawaban dari Grup B SMAN 1 Sambas justru mendapatkan nilai positif dari juri yang sama. Kondisi ini memicu protes dari peserta karena merasa jawaban yang diberikan memiliki substansi yang sama.

Pihak juri beralasan bahwa perbedaan penilaian terjadi karena kelengkapan jawaban yang disampaikan peserta, termasuk penyebutan istilah tertentu yang dianggap menjadi poin penilaian.

MPR RI Lakukan Penelusuran Internal

Menanggapi polemik yang berkembang di media sosial, Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menyatakan telah melakukan penelusuran internal terkait proses penilaian dalam lomba tersebut.

BACA JUGA :  7 Ciri Orang Berjiwa Tua, Lebih Menyukai Makna Hidup daripada Tren Sesaat

Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menegaskan bahwa pihaknya menghormati berbagai masukan dan perhatian publik atas dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar 2026 di Kalbar.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan, khususnya pada aspek teknis pelaksanaan lomba. Beberapa hal yang akan ditinjau meliputi mekanisme penilaian, kejelasan jawaban peserta, sistem verifikasi, hingga prosedur pengajuan keberatan.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar pelaksanaan lomba di masa mendatang dapat berlangsung lebih transparan, objektif, dan akuntabel.

Harapan untuk Perbaikan ke Depan

Polemik yang muncul dalam ajang LCC Empat Pilar ini menjadi bahan evaluasi penting bagi penyelenggara dan pihak terkait. Selain sebagai kompetisi akademik, lomba ini juga diharapkan mampu mencerminkan nilai keadilan dan integritas dalam proses penilaian.

Dengan adanya evaluasi dari berbagai pihak, diharapkan penyelenggaraan lomba serupa ke depan dapat berjalan lebih baik serta memberikan pengalaman yang adil bagi seluruh peserta.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================