BOGORTODAY.COM – Konsumsi minuman manis semakin menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.
Mulai dari soda, teh kemasan, hingga minuman kekinian dengan aneka rasa, semuanya mudah dijumpai dan kerap dikonsumsi sehari-hari.
Namun di balik rasanya yang menyegarkan, terdapat ancaman serius bagi kesehatan tulang yang sering luput dari perhatian.
Selama ini, minuman manis lebih sering dikaitkan dengan risiko obesitas dan diabetes. Padahal, para ahli gizi menegaskan bahwa asupan gula cair berlebih juga berkontribusi terhadap penurunan kepadatan tulang.
Inilah sebabnya kampanye Stop Minuman Manis semakin digencarkan sebagai langkah pencegahan osteoporosis sejak dini.
Mengapa Minuman Manis Berbahaya bagi Tulang?
Salah satu penyebab utama dampak buruk minuman manis terhadap tulang adalah kandungan asam fosfat, terutama pada minuman bersoda.
Ketika asam fosfat masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar, keseimbangan pH darah dapat terganggu.
Untuk menetralkan kondisi tersebut, tubuh akan mengambil kalsium dari tulang sebagai penyangga alami.
Akibatnya, cadangan kalsium di tulang berkurang secara perlahan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memicu pengeroposan tulang atau osteoporosis di kemudian hari.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi soda secara rutin berkaitan erat dengan penurunan kepadatan tulang, terutama pada individu yang asupan kalsiumnya rendah.
Gula Berlebih dan Hilangnya Mineral Penting
Selain asam fosfat, kandungan gula tinggi dalam minuman manis juga menjadi masalah serius.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















