Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Puasa
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah. Kedua puasa ini dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Zulhijah, tepat sebelum perayaan Idul Adha.

Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki banyak keutamaan. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, ibadah ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa serta meningkatkan kualitas spiritual sebelum Hari Raya Kurban.

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Salah satu keistimewaan terbesar puasa Arafah adalah pengampunan dosa. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu setahun yang telah berlalu dan setahun yang akan datang.

Selain itu, hari Arafah juga dikenal sebagai hari penuh rahmat dan ampunan. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada hari di mana Allah SWT lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka selain pada hari Arafah. Karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak ibadah, doa, dan zikir.

Sementara itu, puasa Tarwiyah menjadi amalan sunnah yang dilakukan sebagai persiapan spiritual menjelang hari Arafah dan Idul Adha. Kedua puasa ini menjadi rangkaian ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Teror Pocong di Cibinong Bogor

Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026

Berdasarkan penetapan awal Zulhijah 1447 H, Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Dengan demikian, jadwal puasa sunnah sebelum Idul Adha adalah sebagai berikut:

Puasa ini dilaksanakan sejak terbit fajar hingga waktu magrib sebagaimana puasa sunnah pada umumnya.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyatin sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Saya berniat puasa Tarwiyah sunnah karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya:
“Saya berniat puasa Arafah sunnah karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Puasa Tarwiyah dan Arafah

Pada dasarnya, tata cara puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa sunnah lainnya. Yang membedakan hanyalah niat dan waktu pelaksanaannya.

  1. Membaca Niat

Sebelum menjalankan puasa, umat Islam dianjurkan untuk melafalkan niat dengan sungguh-sungguh karena setiap amal bergantung pada niatnya.

  1. Melaksanakan Sahur

Sahur menjadi sunnah yang sangat dianjurkan dalam berpuasa. Selain memberi kekuatan selama menjalankan puasa, sahur juga mengandung keberkahan sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.

  1. Menjaga Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa
BACA JUGA :  Ubah Kebiasaan Makan Siang, Risiko Tekanan Darah Tinggi Bisa Berkurang

Selama berpuasa, umat Islam wajib menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Tidak hanya itu, menjaga ucapan dan perilaku dari perbuatan dosa juga sangat dianjurkan agar pahala puasa tetap sempurna.

  1. Menyegerakan Berbuka

Saat waktu magrib tiba, umat Islam dianjurkan untuk segera berbuka puasa. Rasulullah SAW mencontohkan berbuka dengan kurma atau air putih terlebih dahulu.

Doa berbuka puasa yang biasa dibaca adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Żahabaẓ-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu wa ṡabatal-ajru in syā’allāh.

Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insyaallah.”

  1. Memperbanyak Doa dan Zikir

Hari Arafah dikenal sebagai waktu yang sangat baik untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, zikir, membaca Al-Qur’an, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan ibadah sunnah yang memiliki pahala besar dan keutamaan luar biasa. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kedua puasa ini juga menjadi momentum untuk membersihkan hati dan memperbanyak amal saleh menjelang Idul Adha.

Dengan memahami jadwal, niat, serta tata caranya, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan maksimal.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================