Hipertensi Tidak Hanya Sebabkan Stroke, Bisa Ganggu Mata dan Otak

Hipertensi
Hipertensi Tidak Hanya Sebabkan Stroke, Bisa Ganggu Mata dan Otak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Hipertensi selama ini lebih sering dikaitkan dengan risiko strok dan penyakit jantung. Padahal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat memengaruhi banyak organ tubuh lainnya, termasuk mata dan otak.

Kondisi ini sering berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas. Karena itu, banyak orang baru menyadari dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi serius.

Menurut para ahli, hipertensi merupakan penyakit yang menyerang pembuluh darah. Karena pembuluh darah tersebar di seluruh tubuh, kerusakan akibat tekanan darah tinggi dapat berdampak luas terhadap berbagai fungsi organ.

Hipertensi Bisa Menyebabkan Gangguan Penglihatan

Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil pada retina mata. Retina sendiri merupakan bagian penting yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal visual ke otak.

Ketika tekanan darah terus meningkat, pembuluh darah retina bisa menyempit, pecah, atau mengalami gangguan aliran darah. Kondisi ini dapat memicu gangguan penglihatan, pandangan kabur, bahkan kebutaan permanen jika tidak segera ditangani.

Kerusakan mata akibat hipertensi sering terjadi secara perlahan sehingga banyak penderita tidak menyadari adanya masalah hingga kondisi sudah cukup parah.

Dampak Hipertensi pada Otak

Selain mata, hipertensi juga dapat memengaruhi kesehatan otak meskipun seseorang belum pernah mengalami strok.

Tekanan darah tinggi kronis dapat menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kecil di otak atau dikenal dengan istilah Cerebral Small Vessel Disease. Kondisi ini membuat aliran darah ke jaringan otak terganggu secara bertahap.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Teror Pocong di Cibinong Bogor

Akibatnya, seseorang bisa mengalami berbagai gangguan seperti:

  • Penurunan daya ingat
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gangguan keseimbangan
  • Vertigo
  • Demensia atau kepikunan
  • Gejala mirip Parkinson

Gangguan tersebut muncul karena pembuluh darah kecil di dalam otak mengalami penyumbatan atau kerusakan akibat tekanan darah yang terus tinggi dalam waktu lama.

Hipertensi Bisa Terjadi di Usia Muda

Banyak orang mengira hipertensi hanya dialami oleh lansia. Faktanya, tekanan darah tinggi juga dapat menyerang usia muda.

Pada beberapa kasus, hipertensi pada anak muda berkaitan dengan kondisi tertentu seperti gangguan hormon, penyakit ginjal, hingga kelainan jantung bawaan. Kondisi ini dikenal sebagai hipertensi sekunder.

Selain faktor penyakit, pola hidup yang kurang sehat seperti konsumsi makanan tinggi garam, stres, kurang tidur, merokok, hingga minim aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko hipertensi sejak usia muda.

Waspadai Risiko Saat Olahraga Berat

Olahraga memang baik untuk kesehatan, tetapi aktivitas fisik dengan intensitas tinggi sebaiknya dilakukan setelah memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat.

Hipertensi yang tidak terdeteksi dapat meningkatkan risiko pecah atau robeknya pembuluh darah besar, termasuk kondisi berbahaya seperti Aortic Dissection.

BACA JUGA :  Waspada Teror Pocong di Cibinong, Camat Minta Siskamling Digencarkan

Risiko ini dapat meningkat ketika seseorang memaksakan diri melakukan olahraga ekstrem tanpa pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Karena itu, pemeriksaan tekanan darah sebelum menjalani olahraga berat sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga atau sering mengalami keluhan seperti sakit kepala dan pusing.

Pentingnya Rutin Memeriksa Tekanan Darah

Hipertensi sering dijuluki sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Banyak penderita merasa sehat meski tekanan darahnya sudah berada di angka berbahaya.

Pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi hipertensi sejak dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Selain pemeriksaan rutin, menjaga pola hidup sehat juga sangat penting untuk mengontrol tekanan darah, di antaranya:

  • Mengurangi konsumsi garam berlebihan
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Mengelola stres dengan baik
  • Tidur yang cukup

Hipertensi bukan hanya masalah tekanan darah tinggi biasa. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat merusak mata, otak, jantung, hingga pembuluh darah besar.

Karena itu, penting untuk mulai lebih peduli terhadap kesehatan sejak usia muda dengan rutin memeriksa tekanan darah dan menerapkan gaya hidup sehat. Deteksi dini dapat membantu mencegah berbagai komplikasi serius akibat hipertensi di kemudian hari.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================