Mengenal Roti Sourdough, Benarkah Lebih Sehat dan Mudah Dicerna?

Roti Sourdough
Ilustrasi Roti Sourdough. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Roti sourdough semakin populer dan banyak dipilih sebagai alternatif roti yang dianggap lebih sehat dibanding roti biasa. Banyak orang menilai sourdough lebih ramah untuk pencernaan karena dibuat melalui proses fermentasi alami yang berbeda dari roti pada umumnya.

Tak hanya memiliki cita rasa khas yang sedikit asam, sourdough juga disebut lebih mudah dicerna serta memiliki pengaruh yang lebih baik terhadap gula darah. Namun, apakah semua anggapan tersebut benar?

Apa Itu Roti Sourdough?

Sourdough adalah jenis roti yang dibuat menggunakan starter alami, yaitu campuran tepung dan air yang difermentasi hingga menghasilkan ragi serta bakteri baik alami.

Berbeda dengan roti biasa yang menggunakan ragi instan, proses fermentasi sourdough berlangsung lebih lama. Selama proses tersebut, bakteri baik dan ragi alami bekerja memecah sebagian gluten dan pati di dalam adonan.

BACA JUGA :  Resep Bubur Kacang Hijau, Menu Sarapan Hangat dan Bergizi

Inilah yang membuat tekstur, rasa, serta karakteristik nutrisi sourdough berbeda dari roti pada umumnya.

Mengapa Sourdough Dianggap Lebih Mudah Dicerna?

Proses fermentasi panjang pada sourdough membantu melakukan “pencernaan awal” terhadap kandungan gluten dan pati sebelum roti dikonsumsi.

Akibatnya, sebagian orang merasa lebih nyaman saat makan sourdough dibanding roti putih biasa. Keluhan seperti perut kembung atau rasa penuh setelah makan roti juga disebut cenderung berkurang.

Selain itu, fermentasi alami dapat mengubah struktur pati dalam roti sehingga proses penyerapan gula berlangsung lebih lambat.

BACA JUGA :  Dorong Transaksi Non-Tunai di Pasar Kebon Kembang, Perumda PPJ dan BSI Resmikan Sales Outlet Lapak

Membantu Menjaga Gula Darah Lebih Stabil

Salah satu alasan sourdough dianggap lebih sehat adalah karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding roti putih biasa.

Artinya, konsumsi sourdough tidak menyebabkan lonjakan gula darah secepat roti olahan pada umumnya. Kondisi ini dinilai lebih baik bagi orang yang ingin menjaga energi tetap stabil atau sedang mengontrol kadar gula darah.

Meski begitu, sourdough tetap mengandung karbohidrat sehingga konsumsinya tetap perlu diperhatikan agar tidak berlebihan.

Fermentasi Membantu Penyerapan Nutrisi

Selama fermentasi, bakteri asam laktat dalam sourdough membantu menurunkan kadar fitat, yaitu senyawa yang dapat menghambat penyerapan mineral dalam tubuh.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================