BOGORTODAY.COM – Keluarga besar AAA (25), wanita korban pembunuhan wanita yang jasadnya dilempar dari atas jembatan layang Tol BORR ke Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, angkat bicara terkait berbagai pemberitaan di media sosial.
Pihak keluarga meminta masyarakat untuk menghentikan narasi liar yang menyebut korban memiliki hubungan asmara atau berpacaran dengan pelaku, MF (26).
Kakak kandung korban, Humaira, menegaskan bahwa adiknya tidak pernah menjalin hubungan spesial dengan pelaku. Ia memastikan hubungan keduanya murni hanya sebatas teman lama sewaktu sama-sama menempuh pendidikan di bangku SMK.
“Informasi yang menyebut korban dibunuh oleh pacarnya itu sama sekali tidak benar. Mereka hanya teman sekolah dulu,” ujar Humaira dengan nada sedih kepada awak media, Selasa (26/5/2026).
Menurut Humaira, maraknya unggahan spekulatif di platform TikTok dan Instagram yang membingkai kasus ini sebagai motif asmara justru memperkeruh suasana.
Hal tersebut dinilai menambah beban psikologis serta luka mendalam bagi keluarga yang saat ini tengah berduka.
Kabar simpang siur ini bahkan sempat membuat keluarga besar korban yang berada di Makassar dan wilayah Sulawesi lainnya syok dan terus mempertanyakan kebenaran rumor tersebut.
“Kami minta tolong kepada netizen dan media supaya informasi ini diperjelas, mereka bukan pacaran. Adik saya murni hanya dimanfaatkan dan menjadi korban kebiadaban pelaku,” tegasnya.
Humaira menjelaskan, setelah menerima kabar duka mengenai kematian AAA, pihak keluarga langsung terbang dari Makassar menuju Kota Bogor untuk mengurus jenazah dan mengawal kasusnya di Polresta Bogor Kota.
Dalam kedatangannya ke Bogor, pihak keluarga turut didampingi oleh calon suami sah dari AAA. Humaira mengungkapkan fakta pilu bahwa adiknya sebenarnya sedang berbahagia mempersiapkan rencana pernikahan, yang diawali dengan prosesi lamaran dalam waktu dekat.
“Adik saya ini sudah punya rencana menikah. Calon suaminya juga ikut datang ke Bogor mendampingi kami sekarang. Bulan depan itu sebenarnya kami sudah menjadwalkan acara lamaran resmi,” ungkap Humaira.
Oleh karena itu, keluarga mengaku sangat terkejut dan menyayangkan ketika mendapati video-video viral di media sosial yang menarasikan seolah-olah korban memiliki kekasih lain di Bogor.
“Saya kaget sekali karena di media sosial ramai disebut korban punya pacar di Bogor. Faktanya tidak seperti itu. Tolong hargai perasaan kami dan calon suaminya. Hubungan korban dengan pelaku memang murni hanya teman SMK,” urainya.
Menutup keterangannya, pihak keluarga mengapresiasi langkah cepat Polresta Bogor Kota yang telah berhasil menangkap pelaku dalam waktu singkat.
“Saya berharap penuh agar sistem peradilan berjalan adil dan menjatuhkan hukuman maksimal yang setimpal dengan perbuatan keji yang dilakukan oleh tersangka MF,” ungkap Humaira.
Bagi HalamanWartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















