Benarkah Gelatin Baik untuk Kesehatan Usus? Ini Penjelasan Ilmiahnya

BOGORTODAY.COM Gelatin belakangan semakin sering dibicarakan karena disebut-sebut memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan. Banyak orang percaya bahwa konsumsi gelatin secara rutin dapat membantu memperkuat lapisan pelindung usus dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih optimal.

Namun, apakah manfaat tersebut benar-benar terbukti secara ilmiah? Berikut penjelasan mengenai gelatin dan kaitannya dengan kesehatan usus.

Apa Itu Gelatin?

Gelatin merupakan protein yang berasal dari kolagen, yaitu protein alami yang paling banyak ditemukan di tubuh manusia maupun hewan. Kolagen terdapat pada kulit, tulang, tendon, ligamen, dan jaringan ikat lainnya yang berfungsi menjaga kekuatan serta elastisitas tubuh.

Karena kolagen cukup sulit dikonsumsi secara langsung, proses pemasakan tertentu akan mengubahnya menjadi gelatin yang lebih mudah diolah dan dikonsumsi.

Gelatin memiliki kandungan asam amino seperti glisin dan prolin yang diketahui berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh. Produk gelatin komersial umumnya dibuat dari kulit, tulang, serta jaringan ikat hewan ternak seperti sapi.

Dalam kehidupan sehari-hari, gelatin sering ditemukan pada produk makanan seperti permen lunak, jeli, marshmallow, hingga es krim.

Gelatin dan Kesehatan Saluran Cerna

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan asam amino dalam gelatin berpotensi mendukung kesehatan usus. Salah satu manfaat yang paling sering dibahas adalah kemampuannya dalam membantu menjaga lapisan pelindung dinding usus.

BACA JUGA :  Waspadai 5 Makanan Pemicu Tumbuhnya Sel Kanker

Lapisan usus memiliki fungsi penting sebagai penghalang alami tubuh. Lapisan ini membantu mencegah zat berbahaya masuk ke aliran darah sekaligus menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan.

Ahli nutrisi Morgan Pearson menjelaskan bahwa asam amino seperti glisin diduga dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung struktur protein pada lapisan usus agar tetap kuat.

Selain gelatin biasa, ada juga jenis khusus bernama gelatin tanat yang digunakan dalam dunia medis. Gelatin tanat bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan usus sehingga dapat membantu mengurangi gangguan seperti diare atau rasa tidak nyaman pada perut.

Namun perlu dipahami, gelatin tanat merupakan produk farmasi khusus dan berbeda dengan gelatin yang biasa dikonsumsi melalui makanan atau suplemen.

Manfaatnya Masih Perlu Penelitian Lebih Lanjut

Meski terdengar menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa bukti ilmiah mengenai manfaat gelatin untuk kesehatan usus pada manusia masih terbatas.

Sebagian besar penelitian yang ada saat ini masih dilakukan pada hewan atau dalam skala laboratorium. Karena itu, hasilnya belum tentu memberikan efek yang sama ketika diterapkan pada manusia secara langsung.

BACA JUGA :  Pola Makan Tak Sehat Jadi Pemicu Meningkatnya Kasus Kanker pada Usia Muda

Morgan Pearson menilai gelatin lebih tepat dianggap sebagai pendukung tambahan, bukan solusi utama untuk menjaga kesehatan usus.

Cara Menjaga Kesehatan Usus Secara Menyeluruh

Daripada hanya bergantung pada satu jenis makanan, para ahli menyarankan untuk menjaga kesehatan usus melalui pola hidup yang lebih menyeluruh.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian
  • Memenuhi kebutuhan protein untuk membantu perbaikan jaringan tubuh
  • Mengonsumsi beragam makanan nabati guna menjaga keseimbangan mikrobioma usus
  • Mengelola stres dengan baik
  • Tidur cukup dan menjaga kualitas istirahat

Kurang tidur dan stres berkepanjangan diketahui dapat memengaruhi fungsi usus serta melemahkan lapisan pelindung saluran cerna dari waktu ke waktu.

Gelatin memang memiliki kandungan asam amino yang berpotensi mendukung kesehatan usus dan sistem pencernaan. Namun hingga saat ini, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia.

Karena itu, gelatin sebaiknya dipandang sebagai pelengkap pola makan sehat, bukan sebagai solusi utama untuk menjaga kesehatan saluran cerna. Kombinasi pola makan seimbang, asupan serat cukup, dan gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan usus secara optimal.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================