Gatal Saat Stres: Bukan Sekadar Sugesti, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gatal
Ilustrasi Gatal. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Banyak orang mengira rasa gatal hanya berkaitan dengan masalah kulit seperti alergi, iritasi, atau infeksi. Namun, dalam beberapa kasus, gatal juga bisa muncul tanpa adanya kelainan fisik yang jelas. Salah satu pemicunya adalah kondisi psikologis, terutama stres dan kecemasan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tubuh dan pikiran memiliki hubungan yang sangat erat, sehingga tekanan emosional dapat memunculkan respons fisik yang nyata, termasuk sensasi gatal pada kulit.

Hubungan Stres dan Reaksi pada Kulit

Saat seseorang berada dalam kondisi tertekan atau cemas, tubuh akan mengaktifkan sistem respons stres. Proses ini melibatkan sistem saraf yang kemudian memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk sensitivitas kulit.

Akibatnya, saraf pada kulit bisa menjadi lebih reaktif sehingga menimbulkan sensasi seperti gatal, perih, atau rasa panas, meskipun tidak ditemukan tanda fisik seperti ruam atau kemerahan.

Menurut berbagai sumber kesehatan, gangguan kecemasan dialami puluhan juta orang dewasa setiap tahun, dan sering kali disertai gejala fisik yang tidak disadari sebagai bagian dari kondisi psikologis.

Otak Berperan dalam Sensasi Gatal

Penelitian menunjukkan bahwa otak memiliki peran penting dalam munculnya rasa gatal. Beberapa area di otak yang berkaitan dengan sensorik, gerakan, dan emosi akan aktif ketika seseorang merasakan gatal.

Ketika seseorang mengalami stres, sistem saraf menjadi lebih sensitif sehingga sensasi di tubuh bisa terasa lebih kuat. Gatal dapat muncul di berbagai bagian tubuh seperti kulit kepala, wajah, tangan, atau kaki, dan bisa berlangsung sementara maupun terus-menerus tergantung tingkat stres yang dialami.

BACA JUGA :  Kaum Nabi Luth AS Tak Hanya Terjerumus Penyimpangan Seksual, Ini Berbagai Dosa yang Mengundang Azab Allah

Menariknya, dalam beberapa kasus, rasa gatal justru muncul terlebih dahulu sebelum kecemasan disadari, lalu kondisi tersebut berkembang menjadi kekhawatiran yang memperburuk gejala.

Gatal dan Hubungannya dengan Kondisi Emosional

Beberapa penelitian juga menemukan adanya keterkaitan antara gatal kronis dengan kondisi seperti depresi dan stres berat. Individu dengan tingkat depresi lebih tinggi cenderung melaporkan rasa gatal yang lebih intens.

Selain itu, paparan terhadap situasi yang memicu stres secara emosional juga dapat memperburuk sensasi gatal pada sebagian orang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dapat memperkuat respons fisik yang dirasakan tubuh.

Siklus Gatal dan Stres yang Saling Memperburuk

Salah satu tantangan utama dari kondisi ini adalah terbentuknya siklus berulang. Ketika kulit terasa gatal, seseorang secara alami akan menggaruk. Namun, kebiasaan ini justru dapat memperparah iritasi, merusak kulit, bahkan meningkatkan risiko infeksi.

Di sisi lain, rasa tidak nyaman yang terus berlangsung dapat meningkatkan stres dan kecemasan, yang kemudian kembali memicu sensasi gatal. Siklus ini dapat terus berulang jika tidak ditangani dengan tepat.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup, seperti gangguan tidur, penurunan konsentrasi, hingga masalah kesehatan mental.

BACA JUGA :  Mau Awet Muda? Lakukan 5 Rutinitas Pagi Ini agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar

Cara Mengatasi dari Dua Sisi

Penanganan gatal akibat stres perlu dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi psikologis maupun perawatan kulit.

Dari sisi mental, pengelolaan stres menjadi langkah utama. Beberapa cara yang dapat membantu antara lain relaksasi, meditasi, olahraga teratur, hingga terapi psikologis. Dalam kondisi tertentu, tenaga profesional dapat merekomendasikan penanganan lebih lanjut seperti terapi perilaku atau pengobatan.

Sementara itu, dari sisi kulit, menjaga kelembapan kulit sangat penting. Penggunaan pelembap, losion khusus, atau krim anti-gatal dapat membantu meredakan gejala dan mencegah iritasi semakin parah.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika rasa gatal berlangsung lama, semakin parah, mengganggu aktivitas, atau bahkan menyebabkan luka pada kulit, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah penyebabnya murni psikologis atau terdapat kondisi medis lain yang mendasari.

Rasa gatal saat stres merupakan respons nyata tubuh yang dipengaruhi oleh hubungan kompleks antara pikiran dan sistem saraf. Kondisi emosional seperti kecemasan dapat memicu sensasi fisik yang muncul pada kulit, bahkan tanpa adanya gangguan kulit yang terlihat.

Dengan memahami hubungan ini, seseorang dapat lebih mudah mengenali pemicunya dan mengambil langkah penanganan yang tepat. Mengelola stres sekaligus merawat kesehatan kulit menjadi kunci penting untuk memutus siklus gatal dan kecemasan yang saling berkaitan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================