PANCASILA ITU BUKANLAH RUMUS KODE BUNTUT

Oleh : Heru B Setyawan (Guru SMA Mardi Yuana & SMAIT BBS)

BANGSA Indonesia setiap tanggal 1 juni merayakan Hari Kelahiran Pancasila. Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni berawal dari pidato monumental Soekarno, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Kala itu, beliau pertama kalinya mencetuskan istilah “Pancasila” sebagai 5 prinsip dasar bagi Indonesia.

Pada kesempatan ini, penulis akan membahas lirik dari lagu berjudul ”Bangunlah Putra Putri Pertiwi” yang dinyanyikan oleh penyanyi legendaris  Iwan Fals. Karena lirik lagu ini berisi tentang Pancasila yang dihubungkan dengan kondisi bangsa Indonesia pada waktu itu tahun 1990.

Hebatnya isi lirik lagu ini masih sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia pada masa kini. Baiklah inilah lirik lagu tersebut, yaitu:

“Sinar matamu tajam namun ragu. Kokoh sayapmu semua tahu. Tegap tubuhmu takkan tergoyahkan. Kuat jarimu kalau mencengkeram. Bermacam suku yang berbeda. Bersatu dalam cengkeramanmu. Angin genit mengelus merah putihku. Yang berkibar sedikit malu-malu. Merah membara tertanam wibawa. Putihmu suci penuh kharisma. Pulau pulau yang berpencar. Bersatu dalam kibarmu”

BACA JUGA :  Wabup Bogor Dorong Partisipasi Warga di Sensus Ekonomi 2026

“Terbanglah garudaku. Singkirkan kutu-kutu di sayapmu oh…..Berkibarlah benderaku. Singkirkan benalu di tiangmu.Jangan ragu dan jangan malu. Tunjukkan pada dunia. Bahwa sebenarnya kita mampu”

“Mentari pagi sudah membumbung tinggi. Bangunlah putra putri ibu pertiwi. Mari mandi dan gosok gigi. Setelah itu kita berjanji. Tadi pagi esok hari atau lusa nanti. Garuda bukan burung perkutut. Sang saka bukan sandang pembalut. Dan coba kau dengarkan. Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut. Yang hanya berisikan harapan. Yang hanya berisikan khayalan” Lirik lagu ini  menyindir kondisi bangsa Indonesia saat ini, yaitu:

Bangsa Indonesia terbelah menjadi dua saat Pilkada DKI Jakarta antara pro Anies  dengan pro Ahok. Saat Pilpres antara pro Jokowi dengan pro Prabowo.

BACA JUGA :  Etika Sandaran Tangan di Pesawat: Siapa yang Lebih Berhak, Penumpang Tengah atau Samping?

Dan saat kasus ijazah Jokowi, antara pro yang menyatakan ijazah Jokowi palsu dengan pro yang menyatakan ijazah Jokowi asli. Harusnya persatuan demi bangsa dan negara harus di atas kepentingan kekuasaan, politik, golongan, Parpol dan pribadi.

Sedang para koruptor, penjilat kekuasaan, buzzers pemecah belah bangsa, pengkhianat bangsa adalah gambaran benalu yang harus kita berantas seperti lirik lagu tersebut. Sedangkan maraknya judi online adalah sesuai dengan lirik dan judul tulisan kali ini, yaitu: Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut. Yang hanya berisikan harapan. Yang hanya berisikan khayalan.

Rumus kode buntut adalah istilah ini merujuk pada tebakan nomor judi buntut. Biasanya, kode ini berupa angka-angka ramalan atau tafsir mimpi yang diyakini pemain akan keluar sebagai nomor pemenang. Selamat Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni. Jayalah Indonesiaku.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================