Telinga Berdenging atau Tinnitus: Kenali Penyebab dan Gejalanya

BOGORTODAY.COM Telinga berdenging atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai tinnitus merupakan kondisi ketika seseorang mendengar suara tertentu di telinga tanpa adanya sumber suara dari luar. Bunyi tersebut hanya dapat dirasakan oleh penderita dan tidak terdengar oleh orang lain di sekitarnya.

Suara yang muncul akibat tinnitus dapat berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang mendengarnya seperti dengingan halus, siulan, desisan, hingga bunyi berdetak yang terus menerus muncul di telinga.

Dilansir dari berbagai sumber kesehatan, tinnitus sebenarnya bukan termasuk penyakit utama, melainkan gejala yang menandakan adanya gangguan tertentu pada sistem pendengaran atau kondisi kesehatan lainnya.

Salah satu penyebab tinnitus yang paling umum adalah penurunan kemampuan pendengaran akibat pertambahan usia. Seiring bertambahnya umur, fungsi saraf dan organ pendengaran dapat mengalami penurunan sehingga memicu munculnya sensasi bunyi di telinga.

Gejala Tinnitus yang Sering Dialami

Penderita tinnitus dapat mengalami berbagai jenis suara dengan intensitas yang berbeda-beda. Pada beberapa kasus, suara hanya terdengar samar, namun ada juga yang merasakannya cukup keras hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA :  Rockstar Games Buka Pre-Order GTA VI, Harga Mulai Rp1,19 Juta

Selain bunyi berdenging, beberapa sensasi lain yang sering dilaporkan penderita antara lain:

  • Dengungan menyerupai lebah
  • Suara seperti angin bertiup
  • Bunyi klik berulang
  • Desisan bernada tinggi
  • Gumaman atau suara mendengung terus-menerus

Tinnitus juga dapat muncul secara sementara maupun berlangsung dalam jangka panjang.

Jenis Tinnitus

Dalam dunia medis, tinnitus umumnya dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu tinnitus subjektif dan tinnitus objektif.

  1. Tinnitus Subjektif

Jenis ini merupakan yang paling sering terjadi. Suara hanya dapat didengar oleh penderita sehingga sulit dideteksi orang lain. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian luar, tengah, atau dalam, termasuk masalah pada saraf pendengaran.

  1. Tinnitus Objektif

Tinnitus objektif tergolong lebih jarang ditemukan. Pada kondisi ini, dokter terkadang dapat mendengar suara tertentu saat melakukan pemeriksaan menggunakan alat medis seperti stetoskop.

Jenis tinnitus ini biasanya berkaitan dengan gangguan aliran darah, kontraksi otot, atau kondisi tertentu di sekitar telinga.

BACA JUGA :  10 Cara Memperkuat Lutut di Usia 50 Tahun ke Atas

Faktor Pemicu Telinga Berdenging

Hingga kini, para ahli masih terus meneliti mekanisme pasti munculnya tinnitus. Meski demikian, terdapat sejumlah faktor yang diketahui dapat memicu kondisi tersebut, di antaranya:

  • Paparan suara keras dalam waktu lama
  • Penurunan fungsi pendengaran akibat usia
  • Penumpukan kotoran telinga
  • Infeksi telinga
  • Efek samping obat tertentu
  • Stres dan kelelahan
  • Gangguan pembuluh darah

Pada beberapa orang, tinnitus juga dapat muncul setelah terlalu sering menggunakan earphone dengan volume tinggi.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Telinga berdenging yang muncul sesekali biasanya tidak berbahaya. Namun, jika kondisi berlangsung terus-menerus, semakin parah, atau disertai gangguan pendengaran dan pusing, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.

Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab utama tinnitus sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Menjaga kesehatan telinga, menghindari suara terlalu keras, serta mengelola stres dengan baik menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko munculnya tinnitus.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================