Puluhan Pelajar Indonesia Rampungkan Program Pertukaran di Amerika Serikat, Bawa Pengalaman Internasional ke Tanah Air

Pelajar Indonesia
Puluhan Pelajar Indonesia Rampungkan Program Pertukaran di Amerika Serikat, Bawa Pengalaman Internasional ke Tanah Air. (Foto: Dok Kedutaan AS)

BOGORTODAY.COM – Sebanyak 48 pelajar Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) periode 2025-2026 telah menyelesaikan masa studi mereka di Amerika Serikat dan kembali ke Indonesia. Selama hampir satu tahun, para siswa tersebut menjalani kehidupan sebagai pelajar internasional sekaligus menjadi duta budaya Indonesia di negeri Paman Sam.

Program YES merupakan beasiswa pertukaran pelajar yang didukung oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri AS. Melalui program ini, siswa sekolah menengah mendapatkan kesempatan untuk tinggal bersama keluarga angkat, menempuh pendidikan di sekolah Amerika, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Peserta Berasal dari Berbagai Penjuru Indonesia

Keunikan program ini terletak pada keberagaman peserta yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari Aceh di ujung barat hingga Papua di timur, para pelajar yang terpilih datang dari beragam latar belakang budaya dan pendidikan.

Ketua Dewan Yayasan Bina Antarbudaya, Asmir Agoes, menilai program pertukaran ini tidak hanya mempererat hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat, tetapi juga memperkuat rasa persatuan di antara generasi muda Indonesia yang berasal dari daerah yang berbeda-beda.

Menurutnya, jaringan Bina Antarbudaya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu faktor penting dalam menjangkau siswa potensial dari berbagai daerah. Saat ini organisasi tersebut memiliki 20 chapter yang aktif di berbagai kota dan provinsi.

Seleksi Nasional untuk Menjangkau Talenta dari Seluruh Daerah

BACA JUGA :  BYD Berani Tanggung Kerugian Kecelakaan Saat Fitur Autopilot Aktif, Klaim Jadi yang Pertama di Dunia

Proses perekrutan peserta dilakukan secara terbuka melalui seleksi nasional yang melibatkan siswa SMA, SMK, madrasah, hingga pesantren. Sosialisasi program dilakukan melalui sekolah, media sosial, seminar daring, serta dukungan jaringan alumni yang telah tersebar di berbagai daerah.

Program Manager Bina Antarbudaya, Sari Tjakrawiralaksana, menjelaskan bahwa alumni memiliki peran penting dalam memperkenalkan program kepada calon peserta baru. Dengan pengalaman yang mereka miliki, para alumni menjadi sumber informasi sekaligus motivasi bagi siswa yang ingin mengikuti jejak mereka.

Selain mengutamakan kualitas peserta, proses seleksi juga memperhatikan keberagaman daerah asal. Hal ini dilakukan agar kesempatan mengikuti program internasional dapat dirasakan oleh pelajar dari berbagai wilayah, tidak hanya mereka yang berasal dari kota-kota besar.

Terbuka untuk SMA, SMK, Madrasah, dan Pesantren

Program YES memberikan kesempatan yang sama bagi siswa dari berbagai jenis lembaga pendidikan. Selama lebih dari dua dekade pelaksanaannya, peserta Indonesia telah berasal dari sekolah negeri, sekolah swasta, madrasah, hingga pesantren.

Saat berada di Amerika Serikat, para peserta mengikuti kegiatan belajar di sekolah menengah umum atau public school. Mereka merasakan secara langsung pengalaman belajar yang selama ini sering terlihat dalam film dan serial televisi Amerika, mulai dari sistem pembelajaran hingga aktivitas ekstrakurikuler yang beragam.

Selain menimba ilmu, para siswa juga belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, memperkenalkan budaya Indonesia, serta membangun persahabatan dengan masyarakat internasional.

BACA JUGA :  Safari Jurnalis PWI Kabupaten Bogor Sambangi Sukajaya, Perkuat Sinergi Pers dan Masyarakat

Melahirkan Ribuan Alumni Berprestasi

Sejak pertama kali diselenggarakan lebih dari 20 tahun lalu, program YES telah menghasilkan hampir 2.000 alumni di Indonesia. Banyak di antara mereka yang aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, kepemudaan, hingga menjadi penggerak komunitas di daerah masing-masing.

Tingginya minat pelajar Indonesia terhadap program ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 7.000 orang setiap tahun. Dari ribuan peserta tersebut, hanya sebagian kecil yang berhasil lolos hingga tahap akhir dan memperoleh kesempatan belajar di Amerika Serikat.

Persaingan yang ketat menjadikan program YES sebagai salah satu beasiswa pertukaran pelajar tingkat sekolah menengah yang paling diminati di Indonesia.

Menjadi Inspirasi Setelah Kembali ke Indonesia

Setelah menyelesaikan program dan kembali ke Tanah Air, para peserta diharapkan dapat membagikan pengalaman yang mereka peroleh selama tinggal di Amerika Serikat. Pengetahuan, keterampilan, serta wawasan global yang didapat selama program diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

Melalui cerita dan pengalaman mereka, para alumni diharapkan mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk berani bermimpi lebih besar, mengembangkan kemampuan diri, serta membuka wawasan terhadap dunia internasional.

Program YES bukan sekadar kesempatan belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi muda Indonesia yang berwawasan global, toleran terhadap perbedaan, dan siap berkontribusi bagi masyarakat setelah kembali ke tanah air.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================