Studi Besar Ungkap Minuman Manis Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker Hati

Minuman Manis
Studi Besar Ungkap Minuman Manis Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker Hati. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis ternyata tidak hanya berdampak pada kenaikan berat badan atau diabetes. Sebuah penelitian berskala besar terbaru menemukan bahwa konsumsi minuman berpemanis gula secara rutin berpotensi meningkatkan risiko terkena kanker hati.

Temuan ini berasal dari analisis yang melibatkan lebih dari 1,5 juta orang dewasa dan menjadi salah satu penelitian terbesar yang mengkaji hubungan antara minuman manis dengan kesehatan hati. Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam jurnal medis JAMA Network Open pada Juni 2025.

Melibatkan Lebih dari 1,5 Juta Orang

Penelitian dipimpin oleh Cody Watling bersama tim dari National Cancer Institute, Amerika Serikat. Para peneliti menggabungkan data dari 11 studi kohort jangka panjang untuk memahami dampak konsumsi minuman berpemanis terhadap risiko kanker hati.

Sebanyak 1.518.411 peserta dengan usia rata-rata hampir 58 tahun dilibatkan dalam penelitian ini. Seluruh responden mengisi data mengenai pola makan dan kebiasaan konsumsi minuman melalui kuesioner khusus. Setelah itu, kondisi kesehatan mereka dipantau selama hampir 18 tahun melalui registri kanker dan berbagai survei kesehatan.

Dalam periode pemantauan tersebut, ditemukan 2.811 kasus kanker hati. Dari jumlah itu, 1.699 kasus merupakan karsinoma hepatoseluler (HCC), yaitu jenis kanker hati primer yang paling umum terjadi. Sementara 444 kasus lainnya adalah kolangiokarsinoma intrahepatik (ICC), kanker yang berkembang pada saluran empedu di dalam hati.

Risiko Kanker Hati Meningkat Seiring Konsumsi Minuman Manis

Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang cukup konsisten antara konsumsi minuman berpemanis gula dan peningkatan risiko kanker hati.

Peneliti menemukan bahwa setiap tambahan satu porsi minuman manis yang dikonsumsi setiap hari berkaitan dengan peningkatan risiko karsinoma hepatoseluler sebesar 10 persen. Sementara itu, risiko kolangiokarsinoma intrahepatik meningkat hingga 15 persen.

Yang menarik, hubungan tersebut tetap terlihat meskipun para peneliti telah memperhitungkan faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi hasil, seperti obesitas dan diabetes.

BACA JUGA :  7 Cara Bijak Menghadapi Sikap Meremehkan dari Orang Lain

Minuman yang termasuk dalam kategori ini antara lain soda, minuman energi, teh kemasan manis, minuman rasa buah dengan tambahan gula, serta berbagai produk minuman siap saji yang banyak beredar di pasaran.

Minuman Berpemanis Buatan Tidak Menunjukkan Risiko Serupa

Berbeda dengan minuman yang mengandung gula tambahan, penelitian ini tidak menemukan kaitan yang signifikan antara konsumsi minuman berpemanis buatan dengan peningkatan risiko kanker hati.

Baik risiko kanker hati secara umum maupun dua subtipe utama yang diteliti tidak menunjukkan peningkatan yang berarti pada kelompok yang mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hasil ini bukan berarti minuman berpemanis buatan dapat dikonsumsi tanpa batas. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Bagaimana Gula Dapat Memengaruhi Kesehatan Hati?

Para ilmuwan menjelaskan bahwa terdapat sejumlah mekanisme biologis yang dapat menjelaskan hubungan antara minuman manis dan kanker hati.

Dalam ulasan yang menyertai publikasi penelitian tersebut, sejumlah pakar dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School menyebut bahwa konsumsi gula berlebih, khususnya fruktosa, dapat memicu berbagai gangguan metabolik.

Fruktosa diketahui dapat meningkatkan pembentukan lemak di hati, mengganggu keseimbangan hormon metabolisme, mengubah komposisi mikrobioma usus, serta meningkatkan penumpukan lemak visceral di area perut. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berkontribusi terhadap resistensi insulin.

Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat memicu penyakit hati berlemak dan peradangan kronis yang dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker.

Sejalan dengan Penelitian Sebelumnya

Temuan terbaru ini memperkuat sejumlah studi yang telah dilakukan sebelumnya terkait dampak minuman manis terhadap kesehatan.

Salah satu penelitian yang melibatkan hampir 100 ribu perempuan pascamenopause menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi setidaknya satu minuman manis setiap hari memiliki risiko kanker hati lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

BACA JUGA :  Pemakaman Kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei Diundur hingga Akhir Juni atau Awal Juli

Riset lain juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi minuman berpemanis gula dengan peningkatan risiko kanker kolorektal pada usia muda serta kanker rongga mulut, terutama pada kelompok perempuan.

Konsistensi hasil dari berbagai penelitian tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa konsumsi gula berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap berbagai organ tubuh, termasuk hati.

Masih Memiliki Keterbatasan

Walaupun melibatkan jumlah peserta yang sangat besar, para peneliti mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional. Artinya, studi ini hanya menunjukkan adanya hubungan statistik dan belum dapat membuktikan bahwa minuman manis secara langsung menyebabkan kanker hati.

Selain itu, sebagian besar data konsumsi minuman hanya dikumpulkan pada awal penelitian. Kebiasaan peserta kemungkinan berubah selama masa pemantauan yang berlangsung bertahun-tahun.

Peneliti juga tidak dapat memperhitungkan secara rinci kondisi penyakit hati yang mungkin sudah dimiliki peserta sebelumnya, seperti sirosis atau penyakit hati berlemak non-alkohol.

Karena itu, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan mekanisme serta tingkat risiko yang sebenarnya.

Mengurangi Minuman Manis untuk Menjaga Kesehatan Hati

Meski belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, hasil penelitian ini memberikan pesan penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi minuman berpemanis gula.

Mengurangi konsumsi soda, minuman energi, teh kemasan manis, dan berbagai minuman tinggi gula lainnya dapat menjadi langkah sederhana yang berpotensi memberikan manfaat besar bagi kesehatan hati. Selain membantu mengendalikan berat badan dan kadar gula darah, kebiasaan tersebut juga dapat mendukung kesehatan jangka panjang dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.

Dengan semakin banyaknya bukti ilmiah yang tersedia, membatasi asupan gula harian menjadi salah satu upaya preventif yang layak dipertimbangkan untuk menjaga kualitas hidup di masa depan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================