Tips Aman Traveling Saat Hamil, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Calon Ibu

Hamil
Ilustrasi Ibu Hamil sedang Liburan. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Kehamilan tidak selalu menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas sehari-hari, termasuk melakukan perjalanan atau liburan. Namun, ibu hamil perlu memperhatikan sejumlah hal penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman bagi dirinya maupun janin yang dikandung.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Natasya Prameswari, menjelaskan bahwa perjalanan jarak jauh umumnya masih aman dilakukan oleh ibu hamil, terutama ketika memasuki trimester kedua kehamilan.

Menurutnya, masa trimester kedua sering dianggap sebagai periode paling ideal untuk bepergian karena kondisi kehamilan cenderung lebih stabil dibandingkan trimester pertama yang rentan gangguan maupun trimester ketiga yang sudah mendekati waktu persalinan.

BACA JUGA :  Prabowo Bahas Lonjakan Minat Investor Global, Tekankan Transparansi Data Investasi

Meski demikian, setiap ibu hamil tetap disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum melakukan perjalanan, terutama jika memiliki riwayat komplikasi atau kondisi medis tertentu.

Pilih Transportasi yang Nyaman

Kenyamanan selama perjalanan menjadi faktor utama yang harus diprioritaskan. Ibu hamil dapat menggunakan berbagai jenis transportasi, baik kendaraan darat, kapal laut, maupun pesawat terbang, selama kondisi fisik memungkinkan.

Selain itu, calon ibu perlu memahami berbagai tanda bahaya kehamilan seperti kontraksi dini, perdarahan, pecah ketuban, atau nyeri yang tidak biasa. Mengetahui lokasi fasilitas kesehatan di sepanjang perjalanan maupun di tempat tujuan juga sangat penting sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat.

BACA JUGA :  Diduga Hendak Tawuran, Tiga Remaja Diciduk Polisi di Parung

Hindari Duduk Terlalu Lama

Perjalanan dengan durasi panjang sering membuat seseorang berada dalam posisi duduk selama berjam-jam. Pada ibu hamil, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah pada pembuluh vena atau Deep Vein Thrombosis (DVT).

Untuk mengurangi risiko tersebut, penggunaan stoking kompresi dapat menjadi pilihan. Selain itu, ibu hamil dianjurkan melakukan peregangan ringan, menggerakkan kaki, atau berjalan sejenak setiap dua hingga tiga jam agar sirkulasi darah tetap lancar.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================