Kenali Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula, Orang Tua Perlu Waspada

Bayi
Kenali Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula, Orang Tua Perlu Waspada. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Susu formula sering menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi ketika ASI tidak dapat diberikan secara optimal.

Namun, tidak semua bayi dapat menerima susu formula dengan baik. Pada sebagian anak, terutama yang berusia di bawah tiga tahun, konsumsi susu formula tertentu dapat memicu reaksi alergi yang menimbulkan berbagai keluhan.

Kondisi ini umumnya berkaitan dengan alergi protein susu sapi yang menjadi bahan dasar banyak produk susu formula. Karena itu, orang tua perlu memahami tanda-tanda yang muncul agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Alergi Susu Berbeda dengan Intoleransi Laktosa

Banyak orang masih menganggap alergi susu dan intoleransi laktosa sebagai kondisi yang sama. Padahal keduanya berbeda.

Alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam susu sapi. Sementara intoleransi laktosa disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu.

Menurut sejumlah ahli kesehatan anak, intoleransi laktosa relatif jarang terjadi pada bayi dan balita. Kondisi ini biasanya lebih sering ditemukan pada anak yang berusia lebih besar atau setelah mengalami gangguan pada saluran pencernaan, seperti infeksi lambung dan usus.

Gejala yang Muncul pada Sistem Pencernaan

BACA JUGA :  7 Minuman Sebelum Tidur yang Ampuh Membakar Lemak

Salah satu tanda paling umum ketika bayi tidak cocok dengan susu formula adalah munculnya gangguan pada sistem pencernaan.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Muntah setelah minum susu.
  • Diare yang berlangsung berulang.
  • Tinja mengandung lendir atau darah.
  • Perubahan konsistensi feses menjadi sangat keras atau justru sangat cair dan berbau menyengat.
  • Sakit perut yang membuat bayi tampak tidak nyaman atau lebih rewel dari biasanya.

Keluhan tersebut dapat muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah bayi mulai mengonsumsi susu formula berbahan dasar susu sapi.

Tanda-Tanda yang Terlihat pada Kulit dan Pernapasan

Selain gangguan pencernaan, alergi susu juga dapat menimbulkan reaksi pada kulit maupun saluran pernapasan.

Orang tua perlu mewaspadai beberapa gejala berikut:

  • Rasa gatal atau kesemutan di area mulut.
  • Pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan.
  • Batuk dan sesak napas ringan.
  • Muncul bentol-bentol atau biduran pada kulit.
  • Eksim atau dermatitis atopik yang menyebabkan kulit menjadi merah, kering, dan gatal, terutama di area pipi serta kulit kepala.

Gejala-gejala tersebut bisa muncul segera setelah mengonsumsi susu atau berkembang secara bertahap dalam beberapa waktu.

Konsultasikan dengan Dokter Sebelum Mengganti Susu

Apabila bayi menunjukkan tanda-tanda yang mengarah pada alergi susu formula, orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami serta menentukan jenis susu yang paling sesuai dengan kondisi bayi.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Dorong Perangkat Daerah Tertib Kelola Arsip Statis

Mengganti susu formula tanpa konsultasi medis terkadang justru dapat memperburuk kondisi atau membuat gejala terus berulang.

Alergi Susu Umumnya Bersifat Sementara

Kabar baiknya, sebagian besar anak yang mengalami alergi protein susu sapi akan berangsur-angsur membaik seiring pertambahan usia. Banyak kasus menunjukkan alergi ini mulai menghilang ketika anak memasuki usia sekitar 18 bulan hingga 2 tahun.

Meski demikian, setiap anak memiliki kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, pemantauan secara rutin dan arahan dari dokter tetap diperlukan agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Orang Tua Perlu Mengenali Gejala Sejak Dini

Mengenali tanda-tanda bayi tidak cocok dengan susu formula merupakan langkah penting untuk mencegah gangguan kesehatan yang lebih serius. Perubahan pada sistem pencernaan, kulit, maupun pernapasan setelah mengonsumsi susu formula tidak boleh dianggap sepele.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, anak dapat memperoleh nutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya sekaligus terhindar dari ketidaknyamanan akibat reaksi alergi yang berkepanjangan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================