Investasi Rp6,29 Triliun Masuk, Indonesia Perkuat Hilirisasi Nikel Lewat Pabrik Bahan Baterai Kendaraan Listrik

Hilirisasi Nikel
Investasi Rp6,29 Triliun Masuk, Indonesia Perkuat Hilirisasi Nikel Lewat Pabrik Bahan Baterai Kendaraan Listrik. (Foto: detikcom)

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Indonesia terus mempercepat pengembangan industri hilirisasi nikel sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui penjajakan investasi bersama perusahaan teknologi pemrosesan material baterai asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), untuk membangun fasilitas produksi precursor Cathode Active Material (pCAM) di Indonesia.

Proyek tersebut diproyeksikan memiliki nilai investasi sekitar US$350 juta atau setara Rp6,29 triliun, dan diharapkan mampu melengkapi rantai pasok industri baterai nasional yang selama ini masih memiliki celah pada sektor bahan baku menengah (midstream).

Lengkapi Mata Rantai Industri Baterai

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, menyampaikan bahwa investasi ini memiliki peran strategis dalam memperkuat industri baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia telah memiliki fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) untuk mengolah bijih nikel menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), serta tengah mengembangkan industri manufaktur sel baterai. Namun, produksi bahan baku berupa precursor Cathode Active Material (pCAM) dan katoda masih menjadi mata rantai yang belum tersedia secara optimal di dalam negeri.

BACA JUGA :  Warga Jampang Desak Pemkab Bogor Lindungi Investor, Tolak Preman Berkedok Aktivis

Karena itu, kehadiran investasi dari Pure Battery Technologies dinilai mampu menutup kekosongan tersebut sehingga seluruh proses produksi baterai dapat dilakukan di Indonesia.

Gunakan Pasokan Bahan Baku Dalam Negeri

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney, Australia, Todotua bertemu dengan Chairman Pure Battery Technologies, Stephen Wilmot, serta Direktur IIPC Sydney, Leidy Surianingrat.

Dalam pembahasan tersebut, PBT menyampaikan rencana membangun industri pCAM berbasis bahan baku Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) yang dipasok dari fasilitas HPAL yang telah beroperasi di Indonesia.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan sumber daya mineral nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proses pengolahan di luar negeri.

Tingkatkan Nilai Tambah Nikel Nasional

Pemerintah menilai pembangunan industri pCAM memiliki nilai strategis karena tahap ini merupakan salah satu proses yang memberikan peningkatan nilai ekonomi paling besar dalam rantai industri nikel.

Selama ini, sebagian besar nilai tambah dari pengolahan MHP menjadi bahan baku baterai masih dinikmati negara lain. Dengan hadirnya fasilitas pCAM di Indonesia, proses peningkatan nilai tersebut diharapkan dapat dilakukan sepenuhnya di dalam negeri.

Selain memperkuat hilirisasi, proyek ini juga diproyeksikan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik dunia.

BACA JUGA :  Mengenal Flamingo Era, Fase Saat Ibu Merasa Kehilangan Jati Diri Setelah Punya Anak

Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Rantai industri baterai nasional nantinya akan mencakup seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan nikel, produksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), precursor bahan katoda (pCAM), katoda, hingga sel baterai.

Ekosistem yang terintegrasi tersebut diyakini mampu menarik lebih banyak investasi lanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok utama bahan baku dan komponen kendaraan listrik global.

IIPC Sydney Siap Kawal Investasi

Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney, Leidy Surianingrat, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi proses investasi Pure Battery Technologies hingga tahap realisasi.

Pendampingan tersebut mencakup koordinasi dengan berbagai instansi pemerintah serta menjembatani komunikasi dengan calon mitra strategis di Indonesia agar pengembangan proyek dapat berjalan sesuai rencana.

Dengan dukungan pemerintah dan masuknya investasi baru di sektor pCAM, Indonesia semakin dekat mewujudkan industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah ini sekaligus memperkuat strategi hilirisasi mineral nasional yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing ekonomi di pasar global.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================