
BOGORTODAY.COM – Banyak orang mengaku merasakan waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, hari berganti menjadi pekan, pekan berubah menjadi bulan, hingga tahun demi tahun terasa melintas dalam sekejap. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan salah satu tanda datangnya hari kiamat yang pernah disampaikan Rasulullah SAW.
Dalam sejumlah hadis sahih, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa menjelang hari akhir akan terjadi kondisi yang disebut taqārub az-zamān, yakni waktu yang terasa berjalan semakin singkat.
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud bukanlah perubahan durasi siang dan malam, melainkan hilangnya keberkahan waktu sehingga manusia merasa waktu yang dimiliki tidak lagi cukup.
Hadis Rasulullah SAW tentang Waktu yang Terasa Cepat
Rasulullah SAW bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ فَتَكُونُ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ وَتَكُونُ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ وَيَكُونُ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ وَتَكُونُ السَّاعَةُ كَالضَّرَمَةِ بِالنَّارِ
Artinya:
“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa semakin cepat. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti satu pekan, satu pekan seperti satu hari, satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti sekejap nyala api.” (HR Ahmad)
Dalam hadis lain yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW juga menyebut cepatnya waktu sebagai salah satu rangkaian tanda akhir zaman.
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ وَتَكْثُرَ الزَّلَازِلُ وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ…
Artinya:
“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga ilmu diangkat, gempa bumi semakin banyak, waktu terasa cepat berlalu, fitnah bermunculan, pembunuhan semakin marak, dan harta melimpah ruah.” (HR Al-Bukhari)
Makna Waktu Terasa Semakin Cepat
Para ulama memberikan penjelasan bahwa hadis tersebut tidak menunjukkan adanya perubahan panjang waktu secara fisik. Satu hari tetap berlangsung selama 24 jam sebagaimana mestinya.
Imam An-Nawawi menerangkan bahwa yang berkurang adalah keberkahan waktu. Akibatnya, manusia merasa waktu yang dimiliki begitu singkat meskipun jumlah jam dalam sehari tetap sama.
Fenomena ini cukup relevan dengan kehidupan modern. Banyak orang menjalani aktivitas sejak pagi hingga malam, tetapi tetap merasa belum menyelesaikan pekerjaan yang direncanakan. Kesibukan meningkat, namun waktu terasa semakin sempit.
Apakah Durasi Hari Benar-Benar Berubah?
Mayoritas ulama sepakat bahwa hadis tentang cepatnya waktu lebih berkaitan dengan persepsi manusia dan hilangnya keberkahan, bukan perubahan rotasi bumi atau durasi siang dan malam.
Karena itu, makna hadis dipahami sebagai peringatan agar umat Islam memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, memperbanyak amal saleh, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan selama masih diberi umur.
Tanda-Tanda Kiamat Lain yang Disebut Rasulullah SAW
Selain waktu yang terasa semakin cepat, Rasulullah SAW juga menyampaikan berbagai tanda lain yang akan muncul menjelang hari kiamat.
- Munculnya Dajjal
Rasulullah SAW bersabda:
وَاللهِ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتّى يَخْرُجَ ثَلاثُونَ كَذَّابًا آخِرُهُمُ الأَعْوَرُ الدَّجَّالُ
Artinya:
“Demi Allah, kiamat tidak akan terjadi hingga muncul para pendusta, yang terakhir adalah Dajjal bermata satu.” (HR Ahmad)
- Diutusnya Rasulullah SAW Menjadi Salah Satu Tanda Akhir Zaman
Nabi Muhammad SAW pernah mengisyaratkan dekatnya masa kiamat dengan mengangkat jari telunjuk dan jari tengah sambil bersabda:
“Aku diutus dan kiamat itu seperti dua jari ini.” (HR Bukhari)
- Bermunculan Orang yang Mengaku Nabi
Rasulullah SAW bersabda:
لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلاثِينَ…
Artinya:
“Kiamat tidak akan terjadi hingga muncul sekitar tiga puluh pendusta yang masing-masing mengaku sebagai utusan Allah.” (HR Bukhari)
- Terjadi Peperangan Besar
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa salah satu tanda kiamat adalah terjadinya peperangan antara dua kelompok besar yang sama-sama mengklaim membawa tujuan yang benar.
- Hari Kiamat Terjadi pada Hari Jumat
Rasulullah SAW bersabda bahwa hari Jumat merupakan hari paling mulia. Pada hari itu Nabi Adam AS diciptakan, diwafatkan, ditiup sangkakala, dan hari kiamat juga akan terjadi. Karena itu umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat pada hari Jumat. (HR Abu Dawud, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)
Dalam riwayat dari Ibnu Umar RA disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjelaskan kiamat akan terjadi pada waktu azan Subuh. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani.
Menjadikan Hadis sebagai Pengingat
Hadis-hadis mengenai tanda kiamat bukan bertujuan membuat manusia sibuk menebak kapan hari akhir akan datang. Sebaliknya, Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap Muslim menjadikannya sebagai pengingat untuk memperbaiki ibadah, menjaga akhlak, serta memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan sebaik-baiknya.
Ketika waktu terasa berlalu semakin cepat, hal itu dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi diri. Sebab, dalam pandangan para ulama, keberkahan waktu merupakan nikmat yang sangat berharga dan hanya dapat diraih dengan memperbanyak amal saleh serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















