Dua Gunung di NTT Meletus Bersamaan, Warga Diminta Jauhi Zona Bahaya dan Waspada Lahar

NTT
Dua gunung api di wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi pada Sabtu (4/7/2026) pagi. (Foto: PVMBG)

BOGORTODAY.COM Dua gunung api di wilayah Nusa Tenggara Timur mengalami erupsi pada Sabtu (4/7/2026) pagi. Gunung yang meletus adalah Gunung Ile Lewotolok dan Gunung Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta menghindari kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

Erupsi pertama terjadi di Gunung Ile Lewotolok pada pukul 06.06 Wita. Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Api, kolom abu vulkanik membumbung sekitar 200 meter di atas puncak atau mencapai ketinggian sekitar 1.623 meter di atas permukaan laut.

Abu yang keluar berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah barat. Aktivitas erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 21,3 milimeter dan berlangsung sekitar 46 detik.

BACA JUGA :  Prabowo: Kritik Penting dalam Demokrasi, tetapi Jangan Biarkan Kepentingan Asing Merusaknya

Petugas mengimbau masyarakat, pendaki, maupun wisatawan agar tidak memasuki area dalam radius dua kilometer dari kawah aktif. Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan guguran lava, longsoran, maupun awan panas yang berpotensi mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.

Selain itu, masyarakat di sekitar gunung disarankan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari abu vulkanik, memakai pelindung mata dan kulit, serta menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi material vulkanik.

Tak lama berselang, Gunung Lewotobi Laki-laki yang berstatus Level III atau Siaga juga mengalami erupsi pada pukul 07.14 Wita.

Kolom abu dari gunung tersebut terpantau mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.184 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat laut.

BACA JUGA :  Mengenal Free-Range Parenting, Pola Asuh yang Mendorong Anak Lebih Mandiri

Aktivitas vulkanik itu tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 28,6 milimeter dan berlangsung sekitar satu menit 20 detik.

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diingatkan untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila turun hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Pihak pengamatan gunung api mengimbau masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, mengingat aktivitas vulkanik masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================