Rudal Diduga Menghantam Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Jalur Pelayaran Kembali Meningkat

RUDAL
Rudal Diduga Menghantam Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Jalur Pelayaran Kembali Meningkat. (Foto: REUTERS)

BOGORTODAY.COM – Situasi keamanan di Selat Hormuz kembali memanas setelah muncul laporan mengenai serangan rudal yang diduga dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terhadap sejumlah kapal komersial yang melintas di kawasan tersebut. Insiden yang terjadi pada Senin (6/7/2026) malam itu dilaporkan menyebabkan sedikitnya dua kapal mengalami kerusakan.

Menurut laporan media Amerika Serikat, Axios, yang mengutip dua pejabat AS, rudal ditembakkan ke arah kapal-kapal niaga yang sedang berlayar di jalur strategis tersebut. Hingga kini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.

Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa IRGC sempat mengirim peringatan melalui saluran radio maritim kepada kapal-kapal yang berada di sekitar Selat Hormuz. Dalam pesan itu disebutkan bahwa rudal dan pesawat nirawak milik Iran berada dalam kondisi siap digunakan.

Dua Kapal Dilaporkan Mengalami Kerusakan

Axios menyebut dua kapal komersial menjadi sasaran serangan dan mengalami kerusakan cukup serius. Namun, identitas kapal maupun negara asalnya belum diungkap kepada publik. Hingga saat ini juga belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut.

BACA JUGA :  Resep Tahu Bakso Semarang Renyah di Luar, Lembut di Dalam, Cocok Jadi Stok Camilan

Sementara itu, The Wall Street Journal melaporkan salah satu kapal yang diduga terkena serangan adalah Al Rekayyat, kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) yang dioperasikan oleh perusahaan transportasi gas Qatar, Nakilat.

Berdasarkan laporan tersebut, proyektil menghantam sisi kiri lambung kapal di dekat ruang mesin sehingga memicu kebakaran. Seluruh awak kapal dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dan berkumpul di sisi kanan kapal, sementara kondisi kerusakan masih terus dievaluasi.

Insiden itu disebut terjadi ketika kapal berada di kawasan mulut Selat Hormuz yang mengarah ke Teluk Oman.

Otoritas Inggris Laporkan Serangan Terpisah

Dalam perkembangan lain, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) juga mengonfirmasi adanya insiden terhadap sebuah kapal tanker di perairan timur Limah, Oman, pada Selasa (7/7/2026) waktu setempat.

Menurut UKMTO, kapal tersebut terkena hantaman proyektil yang belum dapat diidentifikasi saat sedang berlayar ke arah selatan. Serangan itu menyebabkan kebakaran di sisi kiri kapal.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun laporan pencemaran lingkungan akibat kejadian tersebut.

BACA JUGA :  China Uji Coba Rudal Strategis dari Kapal Selam Nuklir, Australia Soroti Dampaknya bagi Stabilitas Kawasan

Belum Ada Konfirmasi Resmi

Hingga saat ini, laporan mengenai serangan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Reuters juga menyebut belum bisa memastikan apakah kapal tanker yang dilaporkan UKMTO merupakan bagian dari kapal yang disebut dalam laporan Axios.

Sementara itu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan tanggapan resmi mengenai insiden tersebut.

Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko keamanan di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Perairan yang berada di antara Iran dan Oman tersebut menjadi rute utama distribusi minyak global, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati kawasan tersebut setiap harinya.

Dalam beberapa waktu terakhir, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz semakin rentan akibat meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Meskipun sebelumnya sempat disepakati pengaturan jalur pelayaran yang lebih aman, insiden terbaru ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap kapal-kapal komersial masih belum sepenuhnya mereda.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================