Simak Metode Intervensi Vaskular untuk Mencegah Stroke dari Eka Hospital

Dokter Spesialis Bedah Vaskular Eka Hospital Depok, dr. Tom Christy Adriani, Sp.B, Subsp.BVE (K). Foto: Dok. Bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Kasus stroke masih menjadi salah satu momok kesehatan paling menakutkan di dunia. Dari seluruh kasus yang ada, sekitar 87 persen diantaranya merupakan jenis stroke iskemik, yaitu kondisi di mana aliran darah ke otak tersumbat total akibat penumpukan plak (aterosklerosis) atau gumpalan darah.

Jika tidak ditangani cepat, sumbatan ini dapat merusak sel-sel otak secara permanen dan memicu kelumpuhan. Guna menekan risiko tersebut, metode intervensi vaskular kini hadir sebagai salah satu solusi medis mutakhir tanpa bedah terbuka.

Dokter Spesialis Bedah Vaskular Eka Hospital Depok, dr. Tom Christy Adriani, Sp.B, Subsp.BVE (K), menjelaskan bahwa bagi pasien berisiko tinggi atau yang pernah mengalami stroke ringan (Transient Ischemic Attack/TIA), intervensi vaskular dapat menjadi pilihan utama untuk mencegah stroke berulang.

Intervensi vaskular adalah tindakan invasif minimal yang dilakukan untuk membuka kembali pembuluh darah yang menyempit. Tujuannya memperbaiki aliran darah ke otak agar risiko stroke bisa ditekan secara signifikan,” ujar dr. Tom saat ditemui di Bogor, Kamis (9/7/2026).

BACA JUGA :  Jendral Raden Said Soekanto, Kisah Kapolri Pertama Asal Jasinga Bogor

Dua Prosedur Utama Intervensi Vaskular

Menurut dr. Tom, ada dua jenis prosedur intervensi vaskular yang paling sering diterapkan untuk menangani maupun mencegah stroke iskemik:

  • Carotid Angioplasty and Stenting (CAS)
    Prosedur ini dilakukan pada pasien yang mengalami penyempitan di arteri karotis (pembuluh darah utama di leher). Dokter akan memasukkan kateter kecil melalui pangkal paha atau pergelangan tangan, lalu mengembangkan balon khusus untuk melebarkan pembuluh darah, dan memasang stent (jaring logam) agar aliran darah ke otak kembali lancar.
  • Mechanical Thrombectomy
    Ini merupakan tindakan darurat untuk kasus stroke iskemik akut. Dokter menggunakan alat khusus lewat kateter untuk menangkap dan menarik keluar gumpalan darah yang menyumbat otak. Tindakan ini wajib dilakukan dalam periode emas (golden period) untuk meminimalkan risiko kecacatan permanen.

Keunggulan Klinis Dibanding Bedah Konvensional

Sebagai teknik modern, intervensi vaskular menawarkan sejumlah keunggulan medis yang jauh lebih menguntungkan pasien dibanding operasi bedah saraf terbuka:

Tanpa Sayatan Besar: Hanya memerlukan luka tusukan kecil berukuran beberapa milimeter di kulit.

BACA JUGA :  Gara-Gara Video Baku Hantam di Tipzy Bears Viral, Wali Kota Bogor Langsung Ambil Sikap Tegas

Minim Risiko: Meminimalkan pendarahan serta mengurangi risiko kerusakan pada jaringan saraf di sekitarnya.

Pemulihan Jauh Lebih Cepat: Pasien umumnya hanya memerlukan rawat inap singkat dan bisa segera beraktivitas kembali.

Siapa Saja yang Memerlukan Skrining Ini?

Pemeriksaan struktur pembuluh darah (skrining vaskular) sangat direkomendasikan bagi individu yang memiliki indikasi berikut:

  • Mengalami penyempitan arteri karotis di atas 60–70% (terdeteksi lewat USG doppler atau CT Angiografi).
  • Memiliki riwayat stroke ringan (TIA) atau stroke iskemik berulang.
  • Penderita diabetes, hipertensi kronis, dan kolesterol tinggi yang mulai merasakan gejala klinis (seperti sering pusing berputar, lemas sesisi tubuh, atau bicara tiba-tiba pelo).

Bagi masyarakat yang ingin melakukan skrining stroke komprehensif, evaluasi pembuluh darah saraf (DSA), hingga tindakan intervensi vaskular mutakhir, layanan ini sudah tersedia di Eka Hospital Depok.

Pendaftaran dan buat janji temu dokter dapat dilakukan melalui appointment center di nomor 1-500-129 atau via WhatsApp di 0889-1500-129.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================