
BOGORTODAY.COM – Pernah merasa menjadi “langganan” gigitan nyamuk saat berkumpul bersama keluarga atau teman? Sementara orang lain di sekitarmu tampak baik-baik saja, kamu justru dipenuhi bentol dan rasa gatal.
Ternyata, kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa nyamuk memang lebih tertarik pada orang-orang tertentu karena dipengaruhi berbagai faktor biologis maupun lingkungan.
Nyamuk betina membutuhkan darah sebagai sumber protein untuk membantu proses pembentukan telur. Saat mencari mangsa, serangga ini tidak menggigit secara acak, melainkan memanfaatkan sinyal yang dipancarkan tubuh manusia, seperti karbon dioksida, suhu tubuh, hingga aroma kulit.
Lantas, apa saja yang membuat seseorang lebih mudah menjadi sasaran nyamuk?
- Mengeluarkan Lebih Banyak Karbon Dioksida
Karbon dioksida (CO₂) yang keluar saat bernapas merupakan salah satu petunjuk utama bagi nyamuk dalam menemukan manusia.
Semakin banyak karbon dioksida yang dihasilkan tubuh, semakin mudah pula nyamuk mendeteksi keberadaan seseorang. Orang dengan ukuran tubuh lebih besar atau yang baru selesai beraktivitas fisik biasanya menghasilkan CO₂ lebih banyak dibandingkan orang lain.
- Aroma Tubuh yang Lebih Menarik
Setiap orang memiliki bau tubuh yang berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh komposisi keringat, yang mengandung berbagai senyawa seperti asam laktat, amonia, dan zat alami lainnya.
Bagi sebagian orang, kombinasi senyawa tersebut menghasilkan aroma yang lebih disukai nyamuk sehingga risiko digigit menjadi lebih tinggi.
- Suhu Tubuh Lebih Tinggi
Nyamuk juga mampu mengenali panas yang dipancarkan tubuh manusia.
Ketika suhu tubuh meningkat, misalnya setelah berolahraga, mengalami demam, atau berada di lingkungan yang panas, nyamuk akan lebih mudah menemukan targetnya.
- Faktor Golongan Darah
Beberapa penelitian menemukan bahwa orang dengan golongan darah O cenderung lebih sering digigit dibandingkan pemilik golongan darah A.
Meski mekanismenya belum sepenuhnya dipahami, para peneliti menduga faktor genetik memiliki peran dalam menentukan tingkat ketertarikan nyamuk terhadap seseorang.
- Sedang Hamil
Perempuan yang sedang hamil diketahui lebih rentan mengalami gigitan nyamuk.
Selama masa kehamilan, tubuh menghasilkan lebih banyak karbon dioksida dan mengalami peningkatan suhu akibat perubahan metabolisme. Kondisi inilah yang membuat nyamuk lebih mudah mendeteksi keberadaannya.
- Bakteri Alami pada Kulit
Permukaan kulit manusia dihuni oleh jutaan bakteri yang berfungsi menjaga kesehatan kulit.
Bakteri tersebut juga berperan dalam menguraikan keringat sehingga menghasilkan aroma khas pada setiap individu. Perbedaan komposisi bakteri kulit membuat sebagian orang lebih menarik bagi nyamuk dibandingkan yang lain.
- Mengenakan Pakaian Berwarna Gelap
Selain mengandalkan penciuman, nyamuk juga menggunakan penglihatannya untuk mencari mangsa.
Warna gelap seperti hitam, merah tua, dan oranye lebih mudah terlihat oleh nyamuk dibandingkan warna terang seperti putih, krem, atau biru muda. Karena itu, pakaian berwarna gelap dapat meningkatkan peluang seseorang menjadi sasaran gigitan.
- Baru Selesai Berolahraga
Aktivitas fisik menyebabkan tubuh berkeringat, suhu meningkat, dan produksi karbon dioksida bertambah.
Kombinasi ketiga faktor tersebut menjadi sinyal yang sangat mudah dikenali nyamuk, terutama jika berolahraga di luar ruangan pada pagi atau sore hari.
- Mengonsumsi Minuman Beralkohol
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkohol, terutama bir, dapat meningkatkan daya tarik seseorang bagi nyamuk.
Diduga, alkohol memengaruhi metabolisme tubuh sehingga suhu tubuh dan produksi karbon dioksida meningkat, meskipun penelitian mengenai hal ini masih terus berkembang.
Cara Mengurangi Risiko Digigit Nyamuk
Meskipun tidak semua faktor dapat dihindari, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi kemungkinan digigit nyamuk, antara lain:
- Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada pagi dan menjelang malam ketika nyamuk paling aktif.
- Pilih pakaian berwarna terang agar tidak mudah menarik perhatian nyamuk.
- Gunakan losion atau semprotan antinyamuk sesuai petunjuk penggunaan.
- Segera mandi setelah berolahraga untuk menghilangkan keringat yang dapat menarik nyamuk.
- Bersihkan lingkungan rumah dan hilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
- Pasang kelambu atau kawat kasa pada jendela dan ventilasi untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
Mengapa Penting Menghindari Gigitan Nyamuk?
Gigitan nyamuk bukan hanya menyebabkan rasa gatal dan bentol pada kulit, tetapi juga dapat menjadi media penularan berbagai penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, chikungunya, hingga virus Zika di beberapa wilayah.
Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melindungi diri dari gigitan nyamuk merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan.
Tidak semua orang memiliki risiko yang sama terhadap gigitan nyamuk. Faktor seperti jumlah karbon dioksida yang dihasilkan tubuh, aroma kulit, suhu tubuh, golongan darah, kehamilan, hingga warna pakaian dapat memengaruhi ketertarikan nyamuk.
Meski beberapa faktor tidak dapat diubah, menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana dapat membantu mengurangi risiko gigitan sekaligus melindungi diri dari berbagai penyakit yang dibawa oleh nyamuk.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














