Pertalite Kosong, Warga Cibinong Terpaksa Isi Pertamax

Pertalite
Papan pemberitahuan stok Pertalite kosong terpasang di salah satu SPBU kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (10/7/2026). Kekosongan BBM bersubsidi jenis Pertalite membuat warga terpaksa beralih menggunakan Pertamax. FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite menghilang dari sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Akibatnya, warga yang biasa menggunakan BBM bersubsidi itu terpaksa beralih ke Pertamax yang harganya lebih tinggi.

Salah satu pengendara motor, Febri (25), mengaku kecewa lantaran harus berkeliling ke empat SPBU tanpa hasil untuk mendapatkan Pertalite.

“Kacau, sudah empat SPBU saya keliling cari Pertalite, semuanya kosong. Di sini juga sama, kosong,” kata Febri saat ditemui di salah satu SPBU di Jalan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Jumat (10/7/2026).

Karena tidak memiliki pilihan lain, Febri akhirnya memutuskan mengisi Pertamax, meski harganya dinilai cukup memberatkan dibandingkan Pertalite yang biasa ia gunakan.

BACA JUGA :  Pemkot dan DPRD Kota Bogor Lanjutkan Pembahasan Tiga Raperda Baru

“Otomatis saya isi Pertamax karena Pertalite kosong. Biasanya isi Pertalite, sekarang Pertamax kan harganya naik,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan mencari solusi atas persoalan ini agar distribusi BBM bersubsidi dapat kembali normal.

“Semoga pemerintah bisa kasih solusi. Jangan sampai rakyat terus yang jadi korban,” tutup Febri.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana SPBU tersebut jauh lebih sepi dari biasanya. Hanya terlihat beberapa pengendara sepeda motor yang mengisi BBM jenis Pertamax, sementara jalur Pertalite tampak tak beroperasi.

Petugas SPBU, Cecep, membenarkan bahwa stok Pertalite di lokasinya kosong sejak dua hari terakhir. Menurut dia, keterlambatan pengiriman dari depo Plumpang menjadi penyebab utama kekosongan tersebut.

“Iya, memang kosong. Dari Plumpang belum dikirim, sudah dua hari. Pertamax juga baru dikirim kemarin pagi, harusnya kan malam sebelumnya,” ujar Cecep.

BACA JUGA :  Gua Baru Sepanjang 3 Kilometer Ditemukan di Vietnam, Simpan Stalaktit Raksasa dan Mutiara Gua Langka

Ia menuturkan, pihaknya hingga kini masih menunggu kedatangan pasokan yang seharusnya tiba sejak dua hari lalu, ditambah pesanan baru yang juga belum kunjung datang.

“Masih menunggu yang dua hari lalu, sama pesanan kemarin. Harusnya tadi malam sudah datang, tapi sampai sekarang belum,” katanya.

Yang lebih disayangkan, kata Cecep, pihak penyalur dari Plumpang tidak memberikan pemberitahuan apa pun terkait keterlambatan distribusi tersebut.

“Enggak ada pemberitahuan,” ucapnya singkat.

Kelangkaan BBM ini mencuat bersamaan dengan isu dugaan tindak pidana korupsi yang tengah ditangani Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================