Setelah Hampir Setahun Hibernasi, Wahana New Horizons NASA Kembali Aktif di Ujung Tata Surya

nasa
Setelah Hampir Setahun Hibernasi, Wahana New Horizons NASA Kembali Aktif di Ujung Tata Surya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Wahana antariksa New Horizons milik NASA kembali beroperasi setelah menjalani masa hibernasi selama hampir satu tahun di kawasan yang sangat jauh dari Bumi, bahkan telah melampaui orbit Pluto. Kebangkitan wahana ini menjadi langkah penting dalam melanjutkan penelitian mengenai wilayah terluar Tata Surya.

Meski berada miliaran kilometer dari planet kita, seluruh sistem New Horizons dilaporkan bekerja dengan baik dan siap kembali menjalankan misi ilmiahnya.

Mengapa New Horizons Masuk Mode Hibernasi?

Dalam misi antariksa jarak jauh, wahana seperti New Horizons tidak selalu beroperasi secara penuh. Ketika tidak sedang melakukan pengamatan intensif, NASA mengaktifkan mode hibernasi untuk menghemat energi.

Selama periode tersebut, sebagian besar sistem dimatikan, sementara instrumen ilmiah tetap menjalankan tugasnya mengumpulkan data dari lingkungan antariksa.

New Horizons mulai memasuki mode hemat daya sejak Agustus tahun lalu dan baru diaktifkan kembali setelah sekitar 321 hari menjalani hibernasi.

Berjarak 9,5 Miliar Kilometer dari Bumi

Saat ini, posisi New Horizons berada sekitar 9,5 miliar kilometer dari Bumi. Jarak yang sangat jauh tersebut menyebabkan sinyal radio dari wahana membutuhkan waktu sekitar sembilan jam untuk mencapai pusat kendali misi.

Setelah aktif kembali, New Horizons mulai mengirimkan laporan mengenai kondisi sistem serta data ilmiah yang berhasil dikumpulkan selama masa hibernasi kepada tim pengendali di Bumi.

BACA JUGA :  Gua Baru Sepanjang 3 Kilometer Ditemukan di Vietnam, Simpan Stalaktit Raksasa dan Mutiara Gua Langka

Menurut Alice Bowman, Manajer Operasi Misi New Horizons di Johns Hopkins Applied Physics Laboratory (APL), seluruh laporan kesehatan sistem selama masa hibernasi menunjukkan hasil yang sangat baik tanpa adanya gangguan berarti.

Wahana yang Pernah Mengunjungi Pluto

New Horizons mencatat sejarah pada tahun 2015 sebagai wahana pertama yang berhasil melakukan penerbangan jarak dekat (flyby) di sistem Pluto.

Keberhasilan tersebut memberikan gambaran paling rinci mengenai Pluto beserta satelit-satelitnya dan menjadi tonggak penting dalam eksplorasi luar angkasa.

Empat tahun kemudian, wahana ini kembali mencetak prestasi dengan mempelajari Arrokoth, objek purba di Sabuk Kuiper yang menjadi benda terjauh yang pernah diamati secara langsung oleh manusia.

Menjelajahi Sabuk Kuiper dan Batas Tata Surya

Sejak menyelesaikan misi di Pluto dan Arrokoth, New Horizons terus bergerak menuju wilayah luar Tata Surya.

Saat ini wahana tersebut meneliti Sabuk Kuiper, kawasan yang dipenuhi objek-objek es yang mengelilingi Matahari di luar orbit Neptunus.

Selain itu, New Horizons juga mempelajari heliosfer, yaitu wilayah yang dipengaruhi angin Matahari (solar wind), untuk membantu ilmuwan memahami bagaimana batas antara Tata Surya dan ruang antarbintang terbentuk.

Kecepatan jelajah New Horizons mencapai sekitar 483 juta kilometer setiap tahun, membuatnya terus bergerak semakin jauh dari Bumi.

Bersiap Meneliti Hidrogen di Heliosfer Luar

Dalam beberapa pekan mendatang, wahana ini dijadwalkan memulai pengamatan terhadap hidrogen di bagian luar heliosfer.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Rp14 Ribu per Gram, Simak Daftar Harga Terbarunya

Penelitian tersebut diharapkan mampu memberikan informasi baru mengenai termination shock, yaitu wilayah perbatasan tempat angin Matahari mulai melemah ketika bertemu dengan medium antarbintang.

Data yang diperoleh New Horizons dinilai sangat berharga karena pengamatan seperti ini belum pernah dilakukan dengan instrumen sepeka milik wahana tersebut.

Melanjutkan Warisan Misi Voyager

Sebelum New Horizons, hanya dua wahana yang pernah melintasi wilayah perbatasan Tata Surya, yakni Voyager 1 dan Voyager 2 milik NASA.

Namun, New Horizons membawa peralatan ilmiah yang lebih modern sehingga mampu menghasilkan pengukuran yang jauh lebih rinci dibandingkan pendahulunya.

Para ilmuwan berharap data terbaru ini dapat membuka pemahaman baru mengenai kondisi ruang antarbintang serta interaksi antara pengaruh Matahari dengan lingkungan kosmik di sekitarnya.

Misi yang Terus Mengungkap Misteri Antariksa

Keberhasilan New Horizons kembali aktif menandai babak baru dalam eksplorasi wilayah terluar Tata Surya.

Informasi yang dikirimkan wahana tersebut diyakini akan menjadi sumber data penting bagi para peneliti untuk memahami struktur heliosfer, karakteristik Sabuk Kuiper, hingga kondisi ruang antarbintang yang selama ini masih menyimpan banyak misteri.

Seiring perjalanannya yang terus menjauh dari Matahari, New Horizons diharapkan mampu menghadirkan berbagai temuan baru yang memperkaya pengetahuan manusia tentang alam semesta.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================