Hadirkan Ustadz Koh Dennis Lim, Festival Muharam Masjid Alumni IPB Jadi Magnet Dakwah Gen Z

BOGORTODAY.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menghadiri gelaran Festival Muharam 1448 H/2026 yang berlangsung di Masjid Alumni IPB, Jalan Cidangiang, Kota Bogor, Sabtu (11/7/2026) dan menyerahkan hadiah lomba dan simbolis santunan anak yatim piatu.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu (10–11 Juli 2026) ini hadir sebagai bentuk syiar dan perayaan Tahun Baru Islam yang dikemas secara edukatif, inspiratif, serta penuh berkah.

​Acara monumental ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara tiga badan otonom yaitu Yayasan Masjid Alumni IPB, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HA IPB Kota Bogor, Alumni Bisnis Cendekia (ABC HA IPB). Acara ini didukung oleh sponsor utama yaitu PT. Lafirza Econex Konsultan. Kemeriahan festival tahun ini kian terasa dengan hadirnya pendakwah muda yang tengah naik daun, Ustadz Koh Dennis Lim, sebagai pengisi lini utama acara.

​Dalam sambutannya saat membuka acara, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa momentum Festival Muharam 1448 H harus dimaknai sebagai refleksi atas hijrahnya Nabi Besar Muhammad saw. dari Mekah ke Madinah.

​”Kami menaruh perhatian besar pada pendidikan agama sejak dini, khususnya bagi anak-anak yang belum bisa baca-tulis Al-Qur’an,” tutur Dedie.

​Ia berharap, proses belajar yang ditekuni dari tingkat paling bawah dengan penuh ketekunan dan kesabaran akan menjadi pintu pembuka rezeki serta jalan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Ketua Panitia Festival Muharam 1448 H Masjid Alumni IPB, Rizal Razak, mengungkapkan bahwa agenda ini sengaja dirancang untuk mendekatkan dunia dakwah dengan generasi milenial dan Gen Z tanpa menciptakan batasan atau celah yang terlalu tinggi.

BACA JUGA :  Rayakan HUT ke-25, Demokrat Kabupaten Bogor Gelar Aksi Langit Biru Asri

​Pada hari pertama, Jumat (10/7/2026), festival dibuka dengan babak penyisihan beragam perlombaan Islami seperti Lomba Dai Muda, Lomba Adzan, dan Lomba Sambung Ayat Al-Qur’an.

Sementara itu, hari kedua menjadi momen finalisasi sekaligus penyerahan penghargaan, yang juga disemarakkan oleh Lomba Mewarnai anak-anak serta Lomba Fashion Show Muslim/Muslimah.

​”Pendekatan kita ke anak muda adalah bagaimana mereka bisa menjadi jembatan dakwah. Makanya, kami menghadirkan Ustadz Koh Dennis Lim dalam sesi Tabligh Akbar bertema ‘Mau Sampai Kapan Aku Begini?’. Penyampaian beliau sangat rasional dan mudah diterima anak muda melalui gaya bahasa yang santai namun mendalam. Kehadiran beliau di Masjid Alumni IPB ini juga ibarat momen mudik atau balik kampung,” jelas Rizal.

​Rizal menambahkan, sebagai pionir gerakan kolaborasi tiga badan otonom, panitia juga menangkap peluang pertumbuhan ekonomi tinggi di Kota Bogor dengan mempersiapkan sumber daya pemuda di sektor kuliner.

​Ke depan, pihak panitia merencanakan gelaran Festival Kuliner Muslim selama minimal lima hari di Lapangan Botani atau Kampus IPB Baranangsiang. Langkah ini ditujukan untuk memfasilitasi pelaku UMKM serta memberikan pelatihan sertifikasi halal dan sertifikat penjamah makanan bagi pemuda yang siap kerja di bidang food and beverage (F&B).

BACA JUGA :  Tinjau Proyek Trase Jalan Baru Batutulis, Wakil Wali Kota Bogor Tegur Kontraktor Soal K3

​Di sisi lain, Ketua DKM Masjid Alumni IPB, Iman Hilman, memaparkan bahwa esensi dari semarak bulan Muharam sebagai salah satu bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum) juga diwujudkan melalui aksi kepedulian sosial berupa santunan anak yatim. DKM Masjid Alumni IPB berkomitmen agar gerakan menyayangi anak yatim ini tidak hanya menjadi rutinitas musiman atau sekadar “Lebaran Yatim”, melainkan konsisten dilakukan di luar bulan Muharam.

​”Kami ingin melibatkan penuh kepanitiaan dari kalangan remaja masjid. Konsepnya dari mereka untuk mereka, sehingga bahasanya lebih nyambung dan tepat sasaran. Terlebih, Masjid Alumni IPB berada di lokasi yang sangat strategis di pusat bisnis Kota Bogor. Kita ingin masyarakat di tengah kesibukan usahanya bisa merenung, berzikir, dan beribadah di sini, sehingga ke depan mereka dapat berbisnis sesuai syariat Islam, jujur, dan tidak korup,” tegas Iman.

​Iman juga berpesan kepada generasi muda dan Gen Z agar tidak ragu mendatangi DKM Masjid Alumni IPB untuk berdiskusi, berbagi ide, serta merancang metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, estafet kepemimpinan dan syiar Islam harus dipersiapkan sejak sekarang agar generasi penerus siap memimpin masa depan bangsa dengan fondasi keimanan yang kokoh dan ukhuwah Islamiyah yang erat.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================