Toyota Veloz Hybrid Masih Memimpin, BYD M6 DM Mulai Beri Tekanan di Pasar Mobil Hybrid

Toyota Veloz Hybrid
Toyota Veloz Hybrid Masih Memimpin, BYD M6 DM Mulai Beri Tekanan di Pasar Mobil Hybrid. (Foto: BYD Motor Indonesia)

BOGORTODAY.COM – Persaingan mobil elektrifikasi di Indonesia semakin menarik setelah hadirnya BYD M6 DM yang mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV). Meski demikian, Toyota Veloz Hybrid masih mempertahankan posisinya sebagai model dengan penjualan lebih tinggi sepanjang Juni 2026.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi Toyota Veloz Hybrid dari pabrik ke dealer (wholesales) mencapai 2.698 unit selama Juni 2026. Sementara itu, BYD M6 DM yang baru diperkenalkan pada Mei 2026 membukukan 1.825 unit.

Dengan demikian, Veloz Hybrid masih unggul 873 unit dibanding pesaing barunya tersebut.

Veloz Hybrid Masih Jadi Andalan Toyota

Hasil penjualan tersebut memperlihatkan bahwa Toyota masih memiliki daya tarik kuat di segmen kendaraan hybrid. Veloz Hybrid berhasil mempertahankan popularitasnya meski pasar kini diramaikan oleh berbagai merek asal China yang menawarkan teknologi elektrifikasi terbaru.

Kepercayaan konsumen terhadap merek Toyota, ditambah jaringan layanan purnajual yang luas, menjadi salah satu faktor yang mendukung performa penjualan model ini.

Debut Menjanjikan BYD M6 DM

Walaupun belum mampu mengungguli Veloz Hybrid, pencapaian BYD M6 DM terbilang cukup impresif mengingat model tersebut baru beberapa pekan dipasarkan di Indonesia.

Penjualan hampir dua ribu unit dalam satu bulan menunjukkan adanya minat konsumen terhadap kendaraan dengan teknologi plug-in hybrid, yang memungkinkan mobil beroperasi menggunakan tenaga listrik maupun mesin bensin.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Turun Tangan Atasi Sampah Kali Baru, Normalisasi Aliran Sungai Berlangsung Bertahap

Kehadiran M6 DM juga memperluas pilihan kendaraan ramah lingkungan bagi masyarakat Indonesia.

Perbandingan Teknologi Hybrid

BYD M6 DM dibekali sistem Dual Mode (DM) yang memadukan motor listrik dengan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc. Mesin tersebut menghasilkan tenaga maksimum 72 kW dengan torsi 125 Nm.

Mobil ini menawarkan tiga mode berkendara, yaitu EV untuk penggunaan listrik penuh, HEV Series, dan HEV Parallel yang mengombinasikan kerja mesin dan motor listrik sesuai kebutuhan.

Dalam pengujian, konsumsi bahan bakar M6 DM tercatat sekitar 25,6 kilometer per liter. Sementara berdasarkan klaim pabrikan, efisiensi maksimalnya dapat mencapai sekitar 65 kilometer per liter, dengan jarak tempuh hingga 1.800 kilometer ketika baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh.

Di sisi lain, Toyota Veloz Hybrid menggunakan mesin 1.500 cc berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan sistem Series-Parallel Hybrid, teknologi yang juga digunakan pada Yaris Cross Hybrid.

Sistem tersebut memungkinkan perpindahan tenaga antara mesin bensin dan motor listrik berlangsung halus sehingga memberikan pengalaman berkendara yang lebih responsif sekaligus hemat bahan bakar.

BACA JUGA :  Spanyol Melaju ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Belgia 2-1

Toyota mengklaim teknologi hybrid pada Veloz mampu meningkatkan efisiensi konsumsi BBM lebih dari 40 persen dibandingkan versi bermesin konvensional.

Gabungan tenaga mesin bensin dan motor listrik menghasilkan output sebesar 111 PS, dengan torsi motor listrik mencapai 141 Nm yang disalurkan melalui transmisi eCVT.

Berdasarkan hasil pengujian bersama sejumlah media nasional, konsumsi bahan bakar Toyota Veloz Hybrid mampu mencapai sekitar 28,9 kilometer per liter.

Perbandingan Harga

Dari sisi harga, kedua model berada di rentang yang cukup berdekatan sehingga persaingan diperkirakan akan semakin ketat.

  • Toyota Veloz Hybrid: sekitar Rp303 juta hingga Rp389 juta.
  • BYD M6 DM: sekitar Rp298 juta hingga Rp390 juta.

Persaingan Hybrid Diprediksi Semakin Sengit

Dominasi Toyota Veloz Hybrid memang masih bertahan pada Juni 2026. Namun, kehadiran BYD M6 DM menunjukkan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus berkembang.

Dengan teknologi yang semakin beragam serta harga yang kompetitif, konsumen kini memiliki lebih banyak pilihan untuk beralih ke kendaraan hemat bahan bakar. Persaingan antara produsen Jepang dan China di segmen hybrid pun diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa bulan mendatang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================