Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, China Tunjukkan Ambisi Besar di Industri AI Global

Xi Jinping
Presiden China Xi Jinping. (Foto: Shutterstock)

BOGORTODAY.COM – Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menghadiri pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Kehadiran pemimpin tertinggi China tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Beijing semakin menempatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu prioritas strategis negara.

WAIC 2026 akan berlangsung selama empat hari, mulai Jumat (17/7/2026) hingga Senin (20/7/2026). Kehadiran Xi dalam acara tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama ia menghadiri langsung konferensi AI tahunan yang telah digelar sejak 2018.

Sebelumnya, Xi hanya menyampaikan pesan tertulis saat penyelenggaraan WAIC pertama. Sementara itu, Perdana Menteri China Li Qiang tercatat menghadiri agenda pembukaan konferensi tersebut pada 2024 dan 2025.

AI Jadi Fokus Utama Strategi Teknologi China

Kehadiran Xi menunjukkan meningkatnya perhatian pemerintah China terhadap perkembangan AI. Teknologi ini dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat persaingan teknologi, sekaligus meningkatkan pengaruh China dalam menentukan standar AI dunia.

WAIC 2026 juga digelar bersamaan dengan agenda tingkat tinggi yang membahas tata kelola AI secara global. Dalam penyelenggaraan tahun ini, panitia menyiapkan lebih dari 140 forum diskusi, menghadirkan sekitar 1.400 tamu undangan dan 1.100 peserta, serta menampilkan lebih dari 300 produk baru berbasis teknologi AI.

BACA JUGA :  Mengapa Penumpang Pesawat Tidak Boleh Pindah Kursi Sembarangan? Ini 7 Alasan Pentingnya

Xi Dorong Shanghai Jadi Pusat Pengembangan AI

Perhatian Xi terhadap AI bukanlah hal baru. Saat mengunjungi pusat inkubator perusahaan rintisan di Shanghai pada 2025, Xi menyebut perkembangan AI sedang memasuki fase yang sangat cepat dan mendorong kota tersebut untuk mengambil peran penting dalam pengembangan maupun pengaturan teknologi tersebut.

Pemerintah China juga memasukkan pengembangan AI sebagai bagian dari agenda ekonomi nasional. Dalam laporan kerja pemerintah tahun 2026, Beijing menyerukan pembentukan model ekonomi cerdas baru, memperluas program AI+, mempercepat penerapan teknologi AI di berbagai sektor, serta memperkuat aturan pengawasannya.

China Ingin Berperan dalam Aturan AI Dunia

Selain mengembangkan teknologi dalam negeri, China juga berupaya memperluas pengaruhnya dalam penyusunan regulasi AI internasional.

Pada 2023, Xi memperkenalkan Inisiatif Tata Kelola AI Global sebagai upaya mendorong kerja sama internasional dalam pengembangan teknologi tersebut. Sementara itu, WAIC sebelumnya menghasilkan rencana aksi tata kelola AI global dan membuka peluang pembentukan organisasi kerja sama AI dunia yang diusulkan China.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa Beijing tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga ingin ikut menentukan arah perkembangan dan aturan global terkait teknologi tersebut.

BACA JUGA :  Warga Parungpanjang Keluhkan Infrastruktur dan Kesehatan

Model AI China Mulai Mengejar Amerika Serikat

Meningkatnya dukungan pemerintah terhadap AI terjadi bersamaan dengan kemajuan pesat perusahaan teknologi China. Sejumlah model AI buatan China mulai mendapatkan perhatian global dan mampu memperkecil jarak dengan pesaing dari Amerika Serikat.

Data dari OpenRouter menunjukkan beberapa model AI asal China mengalami peningkatan penggunaan secara signifikan. Salah satunya adalah DeepSeek yang mengalami kenaikan pangsa token hampir dua kali lipat, dari sekitar 9 persen pada awal tahun menjadi 18 persen pada awal Juni.

Selain itu, laporan AI Index 2026 dari Stanford University menyebutkan bahwa perbedaan kemampuan antara model AI terdepan dari China dan Amerika Serikat semakin menyempit. Hingga Maret 2026, selisih performa kedua negara disebut hanya berada di kisaran 2,7 persen.

Persaingan AI Global Semakin Ketat

Kehadiran Xi Jinping di WAIC 2026 memperlihatkan bahwa persaingan AI bukan hanya berlangsung di tingkat perusahaan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional.

Dengan investasi besar, dukungan kebijakan pemerintah, dan perkembangan model AI yang semakin kompetitif, China berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri kecerdasan buatan dunia.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================