AI Mulai Jadi Konsultan Pendidikan Gratis bagi Orang Tua di China

AI
AI Mulai Jadi Konsultan Pendidikan Gratis bagi Orang Tua di China. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mulai mengubah cara keluarga di China menentukan masa depan pendidikan anak. Tidak hanya digunakan untuk mencari informasi atau membantu pekerjaan, AI juga dimanfaatkan sebagai pendamping dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi.

Salah satu orang tua yang memanfaatkan teknologi tersebut adalah Zhang Qi, seorang pengemudi ojek online asal Guangzhou. Ia menggunakan chatbot AI untuk membantu putranya menentukan pilihan kuliah setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi nasional China atau gaokao.

Bagi Zhang, layanan AI menjadi alternatif karena keluarganya tidak memiliki kemampuan finansial untuk menggunakan jasa konsultan pendidikan profesional yang biasanya dimanfaatkan oleh keluarga kelas menengah.

“Sebelumnya, kami hanya mengetahui universitas yang berada di sekitar tempat tinggal. Sekarang, AI dapat menunjukkan kampus dan jurusan yang sesuai dengan nilai anak kami di berbagai wilayah China,” ujar Zhang.

AI Membuka Akses Informasi Pendidikan Lebih Luas

Berkat rekomendasi dari chatbot AI, putra Zhang yang berasal dari Provinsi Shanxi memiliki peluang untuk mengejar impiannya melanjutkan pendidikan di Shenzhen, salah satu pusat teknologi terbesar di China.

Dalam sistem pendidikan tinggi China, hasil ujian gaokao menjadi faktor utama dalam menentukan penerimaan mahasiswa baru. Pada Juni 2026, sekitar 12,9 juta siswa mengikuti ujian tersebut.

Setelah hasil diumumkan, peserta hanya memiliki waktu terbatas untuk menentukan pilihan jurusan dan universitas sebelum proses pendaftaran berakhir.

Pilihan tersebut menjadi sangat penting karena reputasi perguruan tinggi dan bidang studi sering kali dianggap berpengaruh terhadap peluang karier seseorang di masa depan.

Jutaan Siswa Mulai Menggunakan AI untuk Memilih Kampus

Popularitas AI dalam proses pemilihan universitas meningkat pesat di China. Banyak keluarga mulai menggunakan chatbot sebagai sumber informasi tambahan untuk menentukan pilihan pendidikan anak.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Data dari Alibaba menunjukkan bahwa lebih dari 14 juta pengguna telah mencoba fitur agen AI penerimaan mahasiswa melalui asisten AI Qwen hingga akhir Juni.

Sementara itu, Baidu mencatat sekitar 15 juta siswa menggunakan layanan AI mereka untuk membantu proses pendaftaran universitas pada periode yang sama.

Tencent juga melaporkan chatbot Yuanbao miliknya telah menerima hampir 80 juta pertanyaan terkait penerimaan mahasiswa baru.

Fenomena ini diperkirakan dapat mengubah industri konsultasi pendidikan tinggi di China. Berdasarkan riset iiMedia Research, pasar konsultasi penerimaan universitas yang bernilai sekitar 1,01 miliar yuan pada 2025 diproyeksikan meningkat menjadi 1,22 miliar yuan pada 2027.

AI Berpotensi Mengurangi Kesenjangan Akses Pendidikan

Sebelum teknologi AI berkembang, keluarga dengan kondisi ekonomi lebih baik biasanya memiliki lebih banyak pilihan untuk membantu anak menentukan masa depan akademiknya.

Mereka dapat menggunakan jasa konsultan berbayar, memanfaatkan jaringan profesional, atau mencari informasi melalui berbagai koneksi pribadi.

Sebaliknya, keluarga kelas pekerja sering kali lebih bergantung pada guru sekolah, kerabat, atau tokoh yang memberikan panduan pendidikan.

Kehadiran AI memberikan alternatif baru karena informasi mengenai jurusan dan universitas dapat diakses dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Konsultan Pendidikan Masih Dibutuhkan

Meski AI semakin populer, sejumlah konsultan pendidikan menilai layanan mereka belum sepenuhnya tergantikan.

Wu Rui, seorang konsultan pendidikan asal Guangzhou, mengatakan AI memang membuat layanan konsultasi dasar semakin mudah diakses. Namun, banyak keluarga tetap membutuhkan bantuan manusia untuk memahami dan mengevaluasi hasil rekomendasi AI.

Akibat meningkatnya penggunaan chatbot, Wu bahkan menyesuaikan harga layanan konsultasinya. Tarif paket standar yang sebelumnya sekitar 5.000 yuan diturunkan menjadi 2.999 yuan pada musim penerimaan tahun ini.

BACA JUGA :  3 Kesalahan Pola Asuh yang Sering Dilakukan Orang Tua dan Cara Memperbaikinya

Menurutnya, permintaan terhadap konsultan tetap ada karena sebagian orang tua membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai pilihan jurusan, peluang kerja, dan kondisi anak secara personal.

Kemampuan Menggunakan AI Juga Menjadi Faktor Penting

Meski terlihat mudah digunakan, hasil dari konsultasi AI sangat bergantung pada cara pengguna memberikan instruksi.

Wu menjelaskan bahwa orang yang mampu membuat pertanyaan atau perintah lebih rinci kepada AI biasanya memperoleh jawaban yang lebih relevan dibandingkan pengguna yang hanya memasukkan nilai ujian.

Pengalaman tersebut juga dirasakan Zhang. Pada awal penggunaan, ia hanya memberikan informasi dasar seperti nilai ujian, daerah asal, dan tujuan kuliah putranya. Namun, hasil rekomendasi yang diberikan AI masih terlalu umum.

Setelah mempelajari cara menggunakan AI melalui media sosial, Zhang mulai memberikan informasi yang lebih lengkap, seperti kondisi ekonomi keluarga, rencana karier anak, hingga minat terhadap profesi tertentu.

Ia juga tetap melakukan verifikasi dengan bertanya kepada guru dan anggota keluarga sebelum mengambil keputusan.

Menurut Zhang, menggunakan AI tidak cukup hanya dengan memasukkan data sederhana. Pengguna tetap perlu memahami kondisi pendidikan dan dunia kerja agar dapat mengajukan pertanyaan yang tepat.

AI Menjadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Keputusan Orang Tua

Pemanfaatan AI dalam memilih pendidikan menunjukkan perubahan besar dalam cara keluarga mencari informasi. Teknologi ini memberikan kesempatan lebih luas bagi banyak orang untuk mendapatkan panduan yang sebelumnya hanya tersedia bagi kelompok tertentu.

Namun, keputusan akhir tetap membutuhkan pertimbangan manusia. Faktor seperti minat anak, kemampuan akademik, kondisi keluarga, dan rencana masa depan tetap menjadi bagian penting yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================