
BOGORTODAY.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) membukukan kinerja keuangan yang impresif dengan mencatat laba bersih sebesar Rp8,51 triliun. Capaian tersebut meningkat hingga 253 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menunjukkan hasil positif dari strategi transformasi bisnis dan penguatan tata kelola perusahaan.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan tidak lepas dari konsistensi penerapan efisiensi operasional, pengendalian biaya, serta transformasi bisnis yang dijalankan sejalan dengan agenda pemerintah dan dukungan Danantara Indonesia.
Menurut Rahmad, fondasi keuangan yang semakin kuat menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Selain laba yang meningkat signifikan, Pupuk Indonesia juga membukukan pendapatan sebesar Rp59,67 triliun, atau naik 51 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, EBITDA perusahaan melonjak 140 persen menjadi Rp14,28 triliun, didorong oleh peningkatan volume produksi serta efisiensi di berbagai lini operasional.
Perusahaan menyebut transformasi yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir berhasil memperkuat daya tahan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah tersebut dilakukan melalui diversifikasi sumber pendapatan, pengembangan produk non-subsidi, peningkatan bisnis non-pupuk, hingga optimalisasi pasokan bahan baku guna mengurangi dampak fluktuasi harga komoditas internasional.
Di sisi internal, transformasi juga mencakup penerapan operational excellence, digitalisasi proses bisnis, penyederhanaan struktur holding, penguatan distribusi pupuk bersubsidi, serta peningkatan kinerja sektor komersial. Upaya tersebut semakin diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, yang menjadi landasan peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pupuk Indonesia menargetkan revitalisasi tujuh pabrik dalam lima tahun mendatang. Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas aset perusahaan sekaligus mendukung optimalisasi portofolio BUMN agar memiliki nilai tambah yang lebih besar.
Tak hanya fokus pada bisnis pupuk, perusahaan juga menyiapkan sejumlah proyek pengembangan baru, seperti produksi metanol beserta turunannya, pengembangan clean ammonia, hingga bisnis pendukung industri yang diharapkan mampu memperluas sumber pendapatan di masa depan.
Transformasi yang dilakukan perusahaan juga memberikan dampak langsung kepada sektor pertanian. Selama tahun 2025, Pupuk Indonesia berhasil menyalurkan 8,11 juta ton pupuk bersubsidi, meningkat sekitar 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan distribusi tersebut didukung oleh implementasi sistem i-Pubers, yang mempermudah proses penebusan pupuk oleh petani. Selain itu, penerapan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 turut menyederhanakan tata kelola distribusi sehingga penyaluran pupuk menjadi lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran.
Hingga 12 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 5,13 juta ton, atau sekitar 52 persen dari total alokasi pemerintah sebesar 9,8 juta ton.
Rahmad menegaskan bahwa seluruh langkah transformasi yang dijalankan perusahaan bertujuan menciptakan sistem distribusi pupuk yang lebih efisien sekaligus memastikan petani memperoleh akses pupuk dengan harga terjangkau dan pasokan yang terjamin.
Di sektor operasional, Pupuk Indonesia terus mengedepankan efisiensi dan optimalisasi aset sebagai strategi utama untuk menjaga daya saing perusahaan. Dengan kapasitas produksi nasional mencapai sekitar 14,8 juta ton per tahun, perusahaan optimistis mampu memenuhi kebutuhan pupuk domestik sekaligus memanfaatkan peluang pasar internasional tanpa mengganggu pasokan bagi petani di dalam negeri.
Ke depan, perusahaan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan membangun fondasi bisnis yang semakin kokoh. Menurut Rahmad, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya laba, tetapi juga dari kemampuan memberikan manfaat nyata bagi petani, pelaku usaha, dan ketahanan pangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















