BOGORTODAY.COM – Pernah terbangun di tengah malam karena otot betis tiba-tiba terasa menegang, nyeri, bahkan sulit digerakkan? Kondisi ini cukup sering dialami banyak orang dan dikenal sebagai kram kaki malam hari (nocturnal leg cramps).
Meski umumnya tidak berbahaya, kram yang muncul saat tidur dapat mengganggu kualitas istirahat. Rasa nyerinya bahkan bisa bertahan beberapa saat setelah kejang otot mereda, sehingga membuat penderitanya sulit kembali tidur.
Kram kaki malam hari merupakan kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba tanpa disadari ketika seseorang sedang beristirahat atau tidur.
Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah otot betis, meskipun paha dan telapak kaki juga dapat mengalaminya. Serangan kram biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, kemudian meninggalkan rasa pegal pada area yang terdampak.
Kondisi ini ternyata cukup umum. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang dewasa pernah mengalami kram kaki saat malam hari. Risiko juga cenderung meningkat pada perempuan dan orang lanjut usia.
Penyebab Kram Kaki di Malam Hari
Hingga kini, penyebab pasti kram kaki saat tidur belum selalu dapat dipastikan. Pada banyak kasus, kondisi ini muncul tanpa penyebab yang jelas atau disebut sebagai idiopatik.
Meski demikian, sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kram.
- Posisi Kaki Saat Tidur
Tidur dengan posisi telapak kaki mengarah ke bawah dapat membuat otot betis memendek. Posisi tersebut meningkatkan kemungkinan otot mengalami kontraksi secara tiba-tiba.
- Kurang Aktivitas Fisik
Duduk terlalu lama atau jarang berolahraga membuat otot kehilangan kelenturannya. Akibatnya, otot menjadi lebih mudah mengalami kejang ketika tubuh sedang beristirahat.
- Kelelahan Otot
Aktivitas fisik yang terlalu berat atau olahraga berlebihan dapat menyebabkan otot bekerja melampaui kapasitasnya. Kondisi ini sering kali memicu kram pada malam hari.
- Berdiri Terlalu Lama
Pekerjaan yang mengharuskan seseorang berdiri selama berjam-jam juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kram kaki, terutama ketika malam hari.
- Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, tendon yang menghubungkan otot dan tulang mengalami perubahan alami dan menjadi lebih pendek. Hal ini diduga membuat lansia lebih rentan mengalami kram otot.
Kondisi Medis yang Dapat Memicu Kram
Walaupun sebagian besar kasus bukan merupakan tanda penyakit serius, kram kaki berulang juga dapat berkaitan dengan beberapa gangguan kesehatan, antara lain:
- Kehamilan.
- Diabetes.
- Penyakit Parkinson.
- Neuropati perifer.
- Osteoartritis.
- Penyempitan saluran tulang belakang (spinal stenosis).
- Gangguan hati, ginjal, atau kelenjar tiroid.
- Penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
- Kelainan bentuk telapak kaki seperti kaki datar (flat feet).
- Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya diuretik atau statin.
Jika kram terjadi sangat sering, berlangsung lama, atau disertai pembengkakan, kelemahan otot, maupun gejala lain yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Cara Mengatasi Kram Kaki Saat Terjadi
Sebagian besar kram akan mereda dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 10 menit. Agar rasa nyeri lebih cepat berkurang, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Pijat perlahan bagian otot yang mengalami kram.
- Luruskan kaki, kemudian tarik ujung telapak kaki ke arah tubuh untuk meregangkan otot betis.
- Berjalan perlahan dengan bertumpu pada tumit.
- Tempelkan kompres hangat atau mandi menggunakan air hangat agar otot lebih rileks.
- Bila nyeri masih terasa setelah kram hilang, gunakan obat pereda nyeri sesuai petunjuk penggunaan dan anjuran tenaga kesehatan.
Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa mengonsumsi sedikit air acar (pickle juice) mungkin membantu meredakan kram otot. Namun, manfaatnya masih memerlukan penelitian lebih lanjut sehingga belum dapat dijadikan terapi utama.
Tips Mencegah Kram Kaki Saat Tidur
Mencegah kram kaki sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan antara lain:
- Minum air yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
- Melakukan peregangan otot betis dan paha sebelum tidur.
- Bersepeda statis dengan intensitas ringan selama beberapa menit pada malam hari untuk membantu mengendurkan otot.
- Mengubah posisi tidur, misalnya tidur telentang dengan bantal di bawah lutut agar kaki tidak terus mengarah ke bawah.
- Menghindari penggunaan selimut yang terlalu berat atau ketat sehingga tidak menekan posisi kaki.
- Menggunakan alas kaki yang nyaman dan mampu menopang telapak kaki dengan baik, terutama bagi penderita kaki datar.
Jangan Abaikan Jika Terjadi Berulang
Kram kaki saat tidur memang sering kali tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, apabila keluhan muncul berulang kali hingga mengganggu kualitas tidur atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Dengan mengetahui penyebab yang mendasarinya, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai sehingga keluhan dapat dikendalikan dan tidak terus mengganggu aktivitas maupun waktu istirahat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















