Sertifikat Tanah Hilang? Ini Cara Mengurusnya

BOGORTODAY.COM – Kehilangan sertifikat tanah tentu bisa membuat panik. Wajar saja, karena dokumen ini merupakan bukti sah kepemilikan atas sebidang tanah dan sering dibutuhkan untuk berbagai keperluan, seperti jual beli, mengajukan pinjaman, hingga urusan warisan.

Namun, tidak perlu khawatir. Jika sertifikat tanah hilang, pemilik tetap bisa mengurus penggantinya melalui prosedur resmi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Agar prosesnya berjalan lancar, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan.

  1. Buat Laporan Kehilangan di Kantor Polisi

Langkah pertama adalah melaporkan kehilangan sertifikat ke kantor kepolisian terdekat.

Setelah laporan dibuat, Anda akan menerima surat keterangan kehilangan. Dokumen ini menjadi salah satu syarat utama untuk mengajukan penerbitan sertifikat pengganti di kantor pertanahan.

  1. Umumkan Kehilangan Sertifikat

Selanjutnya, kehilangan sertifikat akan diumumkan melalui media atau papan pengumuman resmi dalam jangka waktu tertentu.

BACA JUGA :  HP Android Hilang atau Dicuri? Ini Langkah yang Harus Segera Dilakukan agar Data Tetap Aman

Tujuan pengumuman ini adalah memberi kesempatan kepada pihak lain jika ada yang merasa memiliki keberatan atau sedang bersengketa atas tanah tersebut. Jika tidak ada keberatan selama masa pengumuman, proses dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.

  1. Siapkan Dokumen Persyaratan

Sebelum datang ke kantor ATR/BPN, pastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap. Beberapa berkas yang perlu disiapkan antara lain:

  • Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK).
  • Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
  • Surat kuasa apabila pengurusan diwakilkan.
  • Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum (khusus badan hukum).
  • Fotokopi sertifikat lama jika masih tersedia.
  • Surat pernyataan kehilangan di bawah sumpah dari pemegang hak.
  • Formulir permohonan yang telah diisi dan ditandatangani di atas materai.
  • Surat pernyataan bahwa tanah tidak dalam sengketa.
  • Surat pernyataan bahwa tanah atau bangunan masih dikuasai secara fisik.
BACA JUGA :  Kenapa Bibir Bisa Berubah Biru Saat Henti Jantung? Ini Penjelasan Dokter

Semakin lengkap dokumen yang dibawa, semakin lancar pula proses pengajuan sertifikat pengganti.

Berapa Lama Prosesnya?

Apabila seluruh persyaratan telah terpenuhi dan tidak ditemukan masalah hukum atau sengketa, ATR/BPN akan menerbitkan sertifikat pengganti.

Proses ini umumnya memerlukan waktu sekitar 40 hari kerja. Sementara itu, biaya penerbitan sertifikat pengganti karena hilang sebesar Rp50.000 untuk setiap sertifikat hak atas tanah sesuai ketentuan yang berlaku.

Setelah sertifikat baru diterbitkan, dokumen lama yang hilang otomatis dinyatakan tidak berlaku. Jadi, pemilik tidak perlu khawatir jika suatu saat sertifikat yang hilang ditemukan atau disalahgunakan oleh pihak lain karena secara hukum yang berlaku adalah sertifikat pengganti.

Karena itu, jika sertifikat tanah hilang, sebaiknya segera lakukan pengurusan dan jangan menundanya terlalu lama. Semakin cepat diproses, semakin kecil risiko munculnya persoalan hukum di kemudian hari.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================