Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi TIK Guru SLB dan Luncurkan Platform Digital “Lalubi”

Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Bidang Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

BOGORTODAY.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat transformasi pendidikan inklusif melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Bidang Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (PMPK) di Hotel Rizen Padjajaran, Bogor, pada 14–17 Juli 2026.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru pendidikan khusus dalam memanfaatkan teknologi digital pada proses pembelajaran. Selain itu, pelatihan ini bertujuan menyiapkan peserta didik berkebutuhan khusus agar lebih mandiri serta adaptif menghadapi perkembangan dunia kerja.

Apresiasi Tinggi bagi Dedikasi Guru SLB

Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Rita Pranawati, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para guru SLB dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Tidak banyak orang yang bersedia bekerja di SLB. Hanya sedikit yang memilih mengabdikan dirinya untuk sekolah luar biasa. Karena itu, dedikasi para guru sangat layak mendapatkan apresiasi. Kolaborasi seperti ini penting untuk melahirkan guru yang mampu menjadi agent of change sehingga lahir berbagai inovasi pembelajaran yang berpihak pada anak berkebutuhan khusus,” ujar Rita.

BACA JUGA :  Tanam Pohon Jadi Agenda Wajib MPLS, Pemkot Bogor Targetkan Sekolah Hijau dan Lestari

Antusiasme terhadap program ini tergolong sangat tinggi. Dari total 855 guru dari berbagai provinsi yang mendaftar pada tahap awal, sebanyak 812 peserta lolos verifikasi administrasi untuk mengikuti tahapan daring. Setelah melalui evaluasi akademik dan pertimbangan keterwakilan wilayah, 30 guru terbaik terpilih untuk mengikuti pelatihan praktik secara luring di Bogor.

Lalubi: Etalase Digital Apresiasi Karya Anak Berkebutuhan Khusus

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Arif Jamali, menjelaskan bahwa peningkatan kompetensi guru juga harus diimbangi dengan penyediaan ruang apresiasi bagi hasil karya peserta didik. Untuk mewujudkan hal tersebut, Direktorat Guru PMPK memperkenalkan Lalubi (Lapak Luar Biasa), sebuah platform digital nasional bagi siswa pendidikan khusus.

“Tujuan utama platform Lalubi bukan semata-mata mendorong penjualan produk, melainkan menjadi simbol penghargaan atas karya yang dihasilkan. Ini penting untuk membangun kesadaran publik bahwa anak berkebutuhan khusus mampu menciptakan karya yang berkualitas, bernilai, dan layak memperoleh pengakuan yang setara,” tegas Arif.

Pengembangan platform Lalubi turut didukung melalui sinergi dengan berbagai mitra strategis, salah satunya SEAMEO BIOTROP yang diwakili oleh Manajer Department Human Center and Innovation, Dewi Suryani Oktavia Basuki. Kerja sama ini berfokus pada penguatan keterampilan pertanian berbasis teknologi bagi guru SLB, di mana hasil produk pembelajarannya kelak akan dipublikasikan secara luas melalui platform Lalubi.

BACA JUGA :  Beasiswa JAPFA 2026 Dibuka, Bantuan Pendidikan 2 Tahun

Pemerataan Akses Pelatihan hingga Wilayah 3T

Ketua Tim Kerja Pembelajaran, Kesejahteraan, dan Penghargaan Direktorat Guru PMPK, Dr. Ahmad Budidarma, menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memastikan pemerataan kesempatan bagi pendidik di seluruh Indonesia, termasuk daerah perbatasan.

“Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari kota besar, tetapi juga dari wilayah 3T, seperti Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Kami ingin memastikan peningkatan kompetensi ini dirasakan secara merata. Selain itu, kami juga menghadirkan guru penyandang disabilitas sebagai peserta untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berinovasi,” kata Ahmad.

Melalui penguatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi digital, serta hadirnya platform Lalubi, Kemendikdasmen optimistis dapat membangun ekosistem pendidikan khusus yang semakin inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pemberdayaan peserta didik secara berkelanjutan.

Bagi Halaman

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================