
BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan dua fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) mulai beroperasi dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan.
PSEL di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028. Sementara PSEL Kayumanis di Kecamatan Tanah Sareal ditargetkan beroperasi pada 2029.
Untuk proyek PSEL Kayumanis, Pemkot Bogor saat ini memfokuskan pekerjaan pada penyiapan lahan dan pembangunan akses jalan menuju lokasi. Jalan sepanjang sekitar 1,65 kilometer dari ujung Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) menuju kawasan PSEL tengah dikerjakan dan ditargetkan rampung pada November 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan pembangunan PSEL Kayumanis merupakan kelanjutan dari proyek PSEL Galuga. Proses pengadaan juga telah memasuki tahap lanjutan setelah pemenang lelang diumumkan.
“Dari mulai ujung Tol BORR sampai ke lokasi panjangnya sekitar 1,65 kilometer. Masih ada beberapa titik yang harus diselesaikan agar akses menuju lokasi siap digunakan,” kata Dedie.
Menurutnya, lokasi PSEL Kayumanis telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai kawasan pengembangan fasilitas waste to energy.
Pemkot juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait teknologi yang akan digunakan. PSEL Kayumanis dirancang menggunakan sistem pembakaran modern yang diklaim mampu menekan emisi udara, kebisingan, dan limbah sehingga memenuhi standar lingkungan.
Selain pembangunan akses jalan melalui anggaran rutin, pemerintah juga menyiapkan percepatan pekerjaan lanjutan, termasuk peningkatan kualitas jalan menuju kawasan PSEL.
Setelah beroperasi, PSEL Kayumanis diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Sementara PSEL Galuga memiliki kapasitas hingga 1.500 ton per hari.
Dedie mengatakan kapasitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk menangani sampah Kota Bogor, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan daerah sekitar seperti Kabupaten Bogor dan Kota Depok apabila diperlukan.
Di kawasan PSEL Kayumanis juga akan dibangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) skala kota serta fasilitas pengolahan residu pembakaran menjadi fly ash dan bottom ash (FABA). Material tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk konstruksi seperti paving block, kanstin, hingga campuran semen.
Pembangunan PSEL menjadi bagian dari program nasional percepatan pengelolaan sampah sekaligus pengembangan energi baru terbarukan. Pemerintah pusat menargetkan pembangunan 32 unit PSEL di berbagai daerah dengan kapasitas pengolahan 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari dan potensi menghasilkan listrik sekitar 34 megawatt (MW) per fasilitas.
Di Kota Bogor, volume sampah harian masih menjadi tantangan. Armada pengangkut saat ini hanya mampu mengirim sekitar 700 hingga 800 ton sampah per hari ke tempat pemrosesan akhir. Sementara sekitar 300 ton sisanya berpotensi menumpuk atau tidak tertangani secara optimal sehingga pemerintah mendorong penguatan sistem pengolahan sampah melalui PSEL yang terintegrasi dengan TPS 3R dan pemilahan sampah dari sumber.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Rino Indira Gusniawan mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema penyediaan air untuk operasional PSEL tanpa mengganggu layanan air bersih kepada masyarakat.
Ia menjelaskan kebutuhan air diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 meter kubik per hari, sebanding dengan kapasitas pengolahan sampah fasilitas tersebut.
Menurut Rino, terdapat tiga opsi penyediaan air yang disiapkan, yakni memanfaatkan jaringan distribusi eksisting dengan kuota khusus, menerapkan sistem sirkulasi air industri, serta membangun intake dan instalasi pengolahan air (WTP) mandiri dari sumber sungai di sekitar lokasi.
“Kami memastikan kebutuhan air industri tidak mengganggu pasokan air bersih masyarakat. Keandalan suplai sangat penting agar operasional PSEL berjalan optimal,” kata Rino.
Ia menambahkan, kehadiran PSEL juga berpotensi meningkatkan pendapatan Perumda Tirta Pakuan melalui penambahan pelanggan sektor industri yang selama ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















