5 Dampak Kekurangan Sinar Matahari bagi Kesehatan Tubuh

BOGORTODAY.COM – Paparan sinar matahari tidak hanya memberikan rasa hangat, tetapi juga membantu tubuh mendapatkan vitamin D yang berperan penting bagi kesehatan.

Berjemur selama beberapa menit secara rutin dapat mendukung fungsi tubuh, mulai dari menjaga kekuatan tulang hingga membantu memperbaiki suasana hati.

Sebagian besar kebutuhan vitamin D tubuh berasal dari paparan sinar matahari. Ketika kulit terkena sinar ultraviolet B (UVB), proses alami akan mengubah kolesterol di kulit menjadi vitamin D3 yang kemudian digunakan tubuh dalam bentuk aktif.

Vitamin D diketahui berhubungan dengan berbagai fungsi penting, seperti menjaga kepadatan tulang, memperkuat sistem imun, mendukung kesehatan jantung, menjaga fungsi otak, serta membantu mengatur suasana hati.

Namun, kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca, aktivitas di dalam ruangan, atau gaya hidup tertentu dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin D. Berikut beberapa dampak yang dapat muncul.

  1. Suasana hati menurun

Kurangnya paparan cahaya matahari sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati. Kondisi ini berkaitan dengan produksi serotonin, yaitu zat kimia dalam otak yang berperan dalam mengatur emosi dan perasaan bahagia.

BACA JUGA :  Pemkot Bogor Targetkan Dua PSEL Beroperasi Mulai 2028

Paparan sinar matahari membantu mengaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan produksi serotonin. Ketika tubuh kekurangan cahaya alami, sebagian orang dapat merasa lebih mudah murung, lesu, atau kehilangan semangat.

  1. Berat badan lebih mudah meningkat

Vitamin D juga memiliki kaitan dengan proses metabolisme tubuh. Kekurangan vitamin D dapat memengaruhi fungsi mitokondria, yaitu bagian sel yang bertugas menghasilkan energi.

Ketika produksi energi dalam sel terganggu, kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap kekuatan otot dan aktivitas fisik. Dalam jangka panjang, kurang bergerak dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

  1. Nyeri tulang dan otot

Vitamin D berperan penting dalam membantu tubuh menyerap kalsium yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang.

Seseorang yang jarang mendapatkan sinar matahari dapat mengalami keluhan seperti nyeri otot, rasa tidak nyaman pada tulang, atau kekakuan sendi, terutama saat pagi hari. Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan tulang seperti osteoporosis.

  1. Mudah lelah dan mengalami gangguan tidur
BACA JUGA :  Dokter Ungkap Cara Hitung Kebutuhan Air Putih Harian Ideal

Paparan cahaya matahari membantu menjaga ritme sirkadian, yaitu sistem alami tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.

Ketika tubuh kurang mendapatkan cahaya alami, keseimbangan hormon melatonin yang mengatur rasa kantuk dapat terganggu. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur, tidur tidak berkualitas, atau merasa lelah sepanjang hari.

  1. Daya tahan tubuh menurun

Sinar matahari juga berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat membuat fungsi imun tidak bekerja secara optimal sehingga tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

Paparan sinar matahari membantu tubuh mengaktifkan berbagai mekanisme pertahanan alami dalam melawan infeksi.

Luangkan Waktu untuk Berjemur

Untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D, luangkan waktu terkena paparan sinar matahari secara rutin. Durasi berjemur dapat disesuaikan dengan kondisi kulit, lokasi, serta intensitas matahari.

Secara umum, berjemur sekitar 5–30 menit beberapa kali dalam seminggu dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehat. Namun, tetap perhatikan waktu yang tepat dan hindari paparan berlebihan agar kulit tetap terlindungi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================