
BOGORTODAY.COM – Anak tidak hanya membutuhkan perlindungan dan perhatian, tetapi juga ruang untuk menyampaikan perasaan serta pendapatnya. Sikap orang tua dalam mendengarkan cerita anak memiliki peran penting dalam membangun kedekatan emosional dan mendukung perkembangan psikologis mereka.
Ketika anak merasa tidak mendapatkan perhatian dari orang tua, mereka dapat mengalami perubahan perilaku. Anak mungkin memilih menyimpan masalah sendiri, menjauh dari keluarga, hingga mencari tempat lain untuk mendapatkan dukungan emosional.
Komunikasi dua arah menjadi salah satu faktor penting dalam pola pengasuhan. Dengan menjadi pendengar yang baik, orang tua dapat membuat anak merasa dihargai, diterima, dan memiliki tempat aman untuk bercerita.
Sebaliknya, minimnya komunikasi dapat membuat anak merasa diabaikan. Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, bukan tidak mungkin anak mengalami tekanan emosional dan kesulitan mengekspresikan perasaannya.
Berikut beberapa tanda yang menunjukkan anak merasa tidak didengarkan oleh orang tua.
- Lebih Sering Bercerita kepada Orang Lain
Salah satu tanda anak merasa kurang didengar adalah ketika mereka mulai mencari tempat lain untuk mencurahkan isi hati.
Anak mungkin lebih nyaman menceritakan pengalaman, masalah, atau perasaannya kepada guru, teman, maupun anggota keluarga lain dibandingkan kepada orang tua. Hal tersebut biasanya terjadi karena anak merasa sosok tersebut lebih mampu memberikan perhatian dan respons yang mereka butuhkan.
- Kepercayaan Diri Menurun
Kurangnya perhatian dari orang tua juga dapat berdampak pada rasa percaya diri anak.
Anak yang merasa pendapatnya tidak dihargai bisa mulai meragukan kemampuan dirinya sendiri. Mereka menjadi takut mengambil keputusan atau merasa tidak cukup baik dalam melakukan sesuatu.
- Sering Mencari Pengakuan
Anak yang jarang mendapatkan respons dari orang tua dapat berusaha mencari validasi dengan berbagai cara.
Salah satu contohnya adalah mengulang cerita yang sama berkali-kali. Hal itu dilakukan bukan sekadar untuk bercerita, tetapi karena mereka berharap mendapat perhatian dan tanggapan dari orang tua.
- Menjadi Lebih Pendiam
Sebagian anak menunjukkan rasa kecewa dengan memilih diam dan menarik diri.
Mereka cenderung menyimpan cerita atau masalah pribadi karena merasa tidak ada gunanya berbagi. Jika terus terjadi, anak bisa semakin sulit membangun komunikasi terbuka dengan orang tua.
- Berusaha Mendapatkan Perhatian dengan Perilaku Tertentu
Anak yang merasa tidak diperhatikan terkadang menunjukkan perilaku yang lebih emosional untuk menarik perhatian.
Mereka bisa menjadi lebih mudah menangis, marah, atau mengalami tantrum. Perilaku tersebut dapat menjadi bentuk ekspresi rasa frustrasi karena kebutuhan emosionalnya belum terpenuhi.
Pentingnya Menjadi Pendengar bagi Anak
Orang tua memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan rumah yang nyaman bagi anak. Mendengarkan cerita mereka, memberikan respons yang tepat, serta menghargai perasaan anak dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat.
Anak yang merasa didengar akan lebih mudah terbuka dan percaya kepada orang tua. Karena itu, meluangkan waktu untuk mendengarkan anak menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kesehatan emosional dan tumbuh kembang mereka.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















