BOGORTODAY.COM – Kehadiran seorang ayah dalam kehidupan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Peran ayah juga mencakup keterlibatan emosional, komunikasi, perhatian, serta dukungan dalam proses tumbuh kembang anak.
Ketika hubungan emosional antara ayah dan anak tidak terbangun dengan baik, kondisi tersebut dapat memunculkan fenomena fatherless. Istilah ini menggambarkan keadaan ketika anak tumbuh tanpa mendapatkan peran dan dukungan emosional yang cukup dari sosok ayah.
Fatherless tidak selalu berarti anak kehilangan ayah karena perceraian atau kematian. Dalam banyak kasus, ayah masih berada dalam satu rumah, tetapi jarang berinteraksi, tidak terlibat dalam pengasuhan, atau kurang menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan emosional anak.
Sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), turut menyoroti keterlibatan ayah dalam pengasuhan sebagai salah satu tantangan dalam pembangunan keluarga di Indonesia.
Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi ketika ayah jarang hadir secara emosional dalam kehidupan anak.
- Anak kesulitan mengelola emosi
Ayah memiliki peran dalam membantu anak memahami dan mengatur emosinya. Minimnya kedekatan emosional dapat membuat anak lebih sulit menghadapi tekanan, sehingga lebih mudah merasa cemas, marah, atau mengalami stres.
Tanpa dukungan yang cukup, anak mungkin tidak memiliki ruang yang aman untuk belajar menyampaikan perasaan dan mencari solusi saat menghadapi masalah.
- Rasa percaya diri dapat menurun
Kurangnya apresiasi dan dukungan dari ayah dapat memengaruhi cara anak melihat dirinya sendiri.
Anak yang jarang mendapatkan dorongan positif berpotensi merasa kurang yakin terhadap kemampuannya, takut mencoba sesuatu yang baru, atau ragu ketika harus mengambil keputusan.
- Berisiko mengalami masalah perilaku
Ayah juga dapat menjadi salah satu figur yang membantu anak memahami aturan, tanggung jawab, dan batasan perilaku.
Ketika peran tersebut kurang hadir, sebagian anak dapat mengalami kesulitan mengendalikan perilaku, lebih mudah melawan aturan, atau mencari perhatian melalui tindakan negatif.
- Kesulitan membangun hubungan sosial
Kedekatan emosional dengan orang tua, termasuk ayah, turut memengaruhi kemampuan anak membangun hubungan dengan orang lain.
Anak yang kurang merasakan dukungan dari ayah dapat mengalami kesulitan mempercayai orang lain, cenderung tertutup, atau mencari penerimaan dari lingkungan yang belum tentu memberikan pengaruh positif.
- Memengaruhi pembentukan identitas diri
Ayah menjadi salah satu sosok yang membantu anak memahami nilai, sikap, dan cara berinteraksi dengan lingkungan.
Bagi anak perempuan, ayah dapat menjadi contoh awal mengenai hubungan yang penuh penghargaan dan kasih sayang. Sementara bagi anak laki-laki, ayah dapat menjadi panutan dalam memahami tanggung jawab, kedewasaan, dan cara menghadapi kehidupan.
- Mengurangi rasa aman dalam tumbuh kembang
Kehadiran ayah yang terlibat dapat memberikan rasa aman dan dukungan psikologis bagi anak.
Sebaliknya, minimnya hubungan emosional dapat membuat sebagian anak merasa kurang mendapatkan perlindungan, perhatian, dan tempat untuk bergantung saat menghadapi berbagai tahap perkembangan.
- Lebih mudah mencari pengakuan dari luar
Anak yang tidak mendapatkan cukup perhatian di rumah terkadang berusaha mencari validasi dari lingkungan lain.
Tanpa pendampingan yang baik, kebutuhan untuk diterima tersebut dapat membuat anak lebih mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif atau lingkungan yang memberikan pengakuan dengan cara yang tidak sehat.
Peran Ayah Tidak Hanya Soal Kehadiran Fisik
Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat. Memberikan waktu, mendengarkan cerita anak, menunjukkan kasih sayang, dan terlibat dalam aktivitas sehari-hari merupakan bentuk kehadiran yang memiliki dampak besar.
Dengan membangun hubungan emosional yang kuat, ayah dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mampu mengelola emosi, dan memiliki rasa aman dalam menghadapi kehidupan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















