BOGORTODAY.COM – Perceraian Ketua SK Group, Chey Tae-won, menjadi salah satu kasus hukum keluarga paling menyita perhatian di Korea Selatan. Bos konglomerasi yang meraup kekayaan dari perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) itu diwajibkan membayar kompensasi senilai USD 645 juta atau sekitar Rp11,5 triliun kepada mantan istrinya.
Besarnya nilai kompensasi membuat kasus tersebut dijuluki sejumlah media Korea Selatan sebagai “perceraian abad ini”.
Kekayaan Melonjak Berkat Booming AI
Chey Tae-won yang kini berusia 65 tahun merupakan pimpinan SK Group, salah satu konglomerasi terbesar di Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, kekayaannya meningkat pesat seiring melonjaknya nilai saham SK Hynix, produsen chip memori yang menjadi pemasok utama bagi Nvidia di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.
Sebelum putusan pengadilan dijatuhkan, total kekayaan Chey diperkirakan mencapai sekitar USD 5 miliar atau setara Rp89 triliun.
Mantan Istri Menuntut Separuh Harta
Dalam proses perceraian, mantan istrinya, Roh Soh-yeong, mengajukan tuntutan agar memperoleh setengah dari kekayaan sang miliarder.
Namun, pengadilan banding memutuskan Roh berhak menerima sekitar sepertiga dari nilai aset yang menjadi dasar perhitungan hakim. Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan nilai kekayaan Chey sebelum lonjakan besar saham SK Hynix akibat tren AI global.
Pihak Chey menyatakan masih mempelajari putusan tersebut dan membuka kemungkinan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung Korea Selatan.
Berawal dari Pengakuan Perselingkuhan
Perselisihan rumah tangga pasangan ini bermula pada 2015 ketika Chey membuat pengakuan yang mengejutkan publik.
Melalui surat terbuka yang dimuat di salah satu surat kabar Korea Selatan, ia mengungkapkan keinginannya mengakhiri pernikahan yang telah berlangsung selama 27 tahun. Dalam surat itu, Chey mengakui telah menjalin hubungan dengan perempuan lain dan memiliki seorang anak dari hubungan tersebut.
Pengakuan tersebut menjadi sorotan besar karena status pasangan itu sebagai salah satu keluarga paling berpengaruh di Korea Selatan.
Pernikahan Elit yang Berakhir di Pengadilan
Chey Tae-won menikahi Roh Soh-yeong pada 1988. Roh merupakan putri mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo, sehingga pernikahan mereka saat itu menjadi simbol bersatunya keluarga politik dan konglomerasi besar.
Prosesi pernikahan bahkan digelar di kompleks kepresidenan Blue House dan menjadi perhatian publik.
Pada awalnya, Roh menolak bercerai dan berupaya mempertahankan rumah tangga mereka. Namun, setelah bertahun-tahun, ia akhirnya mengajukan gugatan cerai sekaligus menuntut pembagian harta.
Pasangan Baru Ikut Digugat
Perempuan yang disebut menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Chey adalah Kim Hee-young, yang juga dikenal dengan nama Chloe. Hubungan keduanya telah berlangsung selama bertahun-tahun setelah pengakuan Chey kepada publik.
Roh kemudian mengajukan gugatan perdata terhadap Kim atas dugaan perselingkuhan.
Dalam putusan terpisah, pengadilan memerintahkan Chey dan Kim membayar ganti rugi sekitar USD 1,5 juta. Hakim menilai hubungan di luar pernikahan tersebut, termasuk kelahiran anak dari hubungan itu, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan runtuhnya rumah tangga Chey dan Roh.
Jadi Salah Satu Perceraian Termahal
Kasus Chey Tae-won kini tercatat sebagai salah satu perceraian dengan nilai kompensasi terbesar di Korea Selatan. Selain menyita perhatian karena nominalnya yang fantastis, perkara ini juga menjadi sorotan publik karena melibatkan tokoh bisnis ternama, keluarga mantan presiden, serta perjalanan panjang persidangan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















