
BOGORTODAY.COM – Puskesmas Mangkuhulur, Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat resmi kembali beroperasi penuh dengan layanan rawat inap, dua tahun setelah bangunan tersebut hangus terbakar. Puskesmas yang kini menyandang nama Mangkuhulur itu diresmikan bersama tiga Puskesmas lain di wilayah Kabupaten Bogor, Sabtu (19/10/2024).
Yang membedakan proses revitalisasi Puskesmas Mangkuhulur adalah sumber pendanaannya. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, pembangunan kembali fasilitas kesehatan tersebut tidak menggunakan anggaran daerah, melainkan hasil kolaborasi dengan pihak swasta melalui dana corporate social responsibility (CSR) senilai Rp 2,4 miliar.
“Pemerintah Kabupaten Bogor hanya menerima manfaat pembangunannya, tapi tentu kami tadi berpesan bahwa bangunan ini sudah baik, luar biasa, sudah lebih bagus daripada kondisi awal,” kata Rudy, Senin (27/7/2026).
Ia menyebut, peresmian empat Puskesmas itu menjadi momen penting bagi masyarakat Kabupaten Bogor, mengingat Puskesmas Mangkuhulur sempat mengalami kebakaran hebat pada akhir 2024.
“Hari ini meresmikan empat Puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, dan salah satunya kita hari ini berada di Puskesmas Mangkuhulur, yang mana kita ketahui bersama di tahun 2024 akhir Puskesmas ini terbakar hebat,” ujarnya.
Meski bangunan sudah berdiri lebih baik dari sebelumnya, Rudy mengingatkan bahwa kualitas fisik bangunan bukan satu-satunya hal yang menentukan keberhasilan layanan kesehatan. Ia berpesan kepada seluruh tenaga medis, mulai dari kepala Puskesmas hingga perawat, untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Tetapi hal terpenting adalah kami mengingatkan kepada Kepala Puskesmas, para dokter, para bidan, para perawat, yang lebih penting dan akan dikenang oleh seluruh masyarakat adalah pelayanan yang baik, pelayanan yang ramah, lingkungan yang bersih,” paparnya.
Layani Pasien Gejala Ringan, Rujuk Kasus Berat ke Rumah Sakit
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Fusia Mediawaty menjelaskan, Puskesmas yang baru rampung direvitalisasi tersebut difokuskan untuk menangani pasien dengan gejala ringan, seperti demam serta muntah dan diare (muntaber).
“Nanti kalau memang pasiennya memerlukan perawatan lebih lanjut, stabilisasinya dilakukan di sini dulu, baru kemudian kita rujuk ke rumah sakit,” ungkapnya.
Fusia menambahkan, Puskesmas Mangkuhulur saat ini memiliki 12 tempat tidur untuk pasien rawat inap. Menurutnya, kapasitas tersebut sudah memadai karena fasilitas ini pada dasarnya memang berstatus Puskesmas rawat inap sebelum kebakaran terjadi.
“Kalau untuk saat ini, karena memang dasarnya Puskesmas rawat inap, jadi setelah kebakaran jadi rawat jalan dan sekarang jadi rawat inap lagi, sehingga tidak terlalu banyak sarana prasarana yang harus kita tambah,” tutup Fusia.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















