BOGORTODAY.COM – Mahalul qiyam merupakan salah satu bentuk sholawat yang sangat dikenal di kalangan umat Islam, khususnya di Indonesia. Lantunan ini biasanya dibaca dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud penghormatan dan ungkapan cinta kepada Rasulullah.
Tradisi membaca mahalul qiyam telah menjadi bagian dari berbagai majelis maulid. Sholawat ini umumnya dilantunkan ketika pembacaan kitab maulid memasuki bagian tertentu, lalu seluruh jamaah berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Apa Itu Mahalul Qiyam?
Secara umum, mahalul qiyam adalah sholawat yang dibaca saat peringatan Maulid Nabi. Bacaan ini terdapat dalam berbagai kitab maulid, seperti Al Barzanji, Simthud Durar, Ad-Dhiya’ul Lami’, dan Maulid Diba’.
Tradisi tersebut telah mengakar di tengah masyarakat Muslim Indonesia dan masih terus dilestarikan hingga sekarang. Selain menjadi bagian dari acara maulid, mahalul qiyam juga menjadi simbol kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan pujian dan doa.
Hukum Membaca Sholawat
Membaca sholawat pada dasarnya memiliki hukum sunnah dan sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Namun, pada kondisi tertentu hukumnya menjadi wajib, misalnya saat membaca tasyahud dalam salat.
Di luar salat, memperbanyak sholawat tetap dianjurkan, terutama ketika hari Jumat, saat mendengar nama Rasulullah SAW disebut, ketika memasuki masjid, atau dalam berbagai kesempatan lainnya sebagai bentuk ibadah dan zikir.
Bacaan Mahalul Qiyam Arab, Latin, dan Artinya
- Pembuka
Arab
ﻳَﺎ ﻧَﺒِﻲ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ – ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
Latin
Yaa nabii salaam ‘alaika, Yaa rasuul salaam ‘alaika.
Arti
“Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu. Wahai Rasul, salam sejahtera untukmu.”
2.
Arab
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴﺐْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ – ﺻَﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
Latin
Yaa habiib salaam ‘alaika, shalawaatullaah ‘alaika.
Arti
“Wahai kekasih Allah, salam sejahtera untukmu dan semoga rahmat Allah senantiasa tercurah kepadamu.”
3.
Arab
ﺃَﺷﺮَﻕَ ﺍﻟﺒَﺪْﺭُ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ – ﻓَﺎﺧْﺘَﻔَﺖْ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﻟﺒُﺪُﻭْﺭُ
Latin
Asyraqal badru ‘alainaa, fakhtafat minhul buduuru.
Arti
“Bulan purnama telah menyinari kami hingga cahaya bulan lainnya menjadi redup.”
4.
Arab
ﻣِﺜْﻞَ حُسْنِك ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﻨَﺎ – ﻗَﻂُّ ﻳَﺎ ﻭَﺟْﻪَ ﺍﻟﺴُّﺮُﻭْﺭِ
Latin
Mitsla husnika maa ra-ainaa, qaththu yaa wajhas suruuri.
Arti
“Belum pernah kami melihat keindahan seperti dirimu, wahai pemilik wajah yang penuh kebahagiaan.”
5.
Arab
ﺃَﻧْﺖَ ﺷَﻤْﺲٌ ﺃَﻧْﺖَ ﺑَﺪْﺭٌ – ﺃَﻧْﺖَ ﻧُﻮْﺭٌ ﻓَﻮْﻕَ ﻧُﻮْﺭٍ
Latin
Anta syamsun anta badrun, anta nuurun fauqa nuurin.
Arti
“Engkau laksana matahari, laksana bulan purnama, bahkan cahaya di atas segala cahaya.”
6.
Arab
ﺃَﻧْﺖَ ﺇِﮐْﺴِﻴْﺮُ ﻭَﻏَﺎﻟِﻲ – ﺃَﻧْﺖَ ﻣِﺼْﺒَﺎﺡُ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭْﺭِ
Latin
Anta iksiirun wa ghaalii, anta mishbaahush shuduuri.
Arti
“Engkau bagaikan permata yang sangat berharga dan menjadi pelita bagi hati.”
7.
Arab
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴْﺒِﯽ ﻳَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪ – ﻳَﺎﻋَﺮُﻭْﺱَ ﺍﻟﺨَﺎﻓِﻘَﻴْﻦِ
Latin
Yaa habiibii yaa Muhammad, yaa ‘aruusal khaafiqaini.
Arti
“Wahai kekasihku Muhammad, penghias seluruh penjuru dunia.”
8.
Arab
ﻳَﺎ ﻣُﺆَﻳَّﺪْ ﻳَﺎﻣُﻤَﺠَّﺪْ – ﻳَﺎ ﺇِﻣَﺎﻡَ ﺍﻟﻘِﺒْﻠَﺘَﻴْﻦِ
Latin
Yaa mu-ayyad yaa mumajjad, yaa imaamal qiblataini.
Arti
“Wahai Nabi yang mendapat pertolongan Allah, wahai Nabi yang dimuliakan, pemimpin dua kiblat.”
9.
Arab
ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﯼ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﻳَﺴْﻌَﺪْ – ﻳَﺎﮔﺮِﻳْﻢَ ﺍﻟﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ
Latin
Man ra-aa wajhaka yas’ad, yaa kariimal waalidaini.
Arti
“Siapa saja yang memandang wajahmu akan memperoleh kebahagiaan.”
10.
Arab
ﺣَﻮْﺿُﻚَ ﺍﻟﺼَّﺎﻓِﯽ ﺍﻟﻤُﺒَﺮَّﺩْ – ﻭِﺭْﺩُﻧَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮْﺭِ
Latin
Haudlukash shaafil mubarrad, wirdunaa yauman nusyuuri.
Arti
“Semoga kami dapat mendatangi telagamu yang jernih dan sejuk pada hari kebangkitan.”
Tata Cara Membaca Mahalul Qiyam
Dalam tradisi pembacaan maulid, mahalul qiyam biasanya dibaca sambil berdiri. Berdiri saat melantunkan sholawat ini dipahami sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW.
Sejumlah ulama menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut merupakan amalan yang baik karena mencerminkan rasa cinta dan pengagungan kepada Nabi Muhammad SAW. Praktik ini juga telah dilakukan oleh banyak ulama dari generasi ke generasi.
Meski demikian, berdiri saat membaca mahalul qiyam bukanlah kewajiban. Umat Islam tetap diperbolehkan membaca sholawat tersebut tanpa berdiri apabila memiliki uzur atau alasan tertentu.
Mahalul qiyam bukan sekadar rangkaian syair pujian, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Dengan memahami makna setiap bait dan mengamalkannya dengan penuh kekhusyukan, umat Islam diharapkan dapat semakin meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















