BOGORTODAY.COM – Sebuah gunung es berukuran raksasa mengalami fenomena terbalik di perairan dekat Ilulissat, Greenland, pada Sabtu (25/7/2026). Momen langka tersebut berhasil direkam warga setempat dan dengan cepat menyebar luas di media sosial karena memperlihatkan dahsyatnya perubahan posisi bongkahan es yang memicu gelombang besar.
Dalam video yang beredar, gunung es tampak perlahan kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya terguling. Saat berputar, bagian es yang selama ini berada di bawah permukaan laut muncul ke atas, sementara air di sekelilingnya bergolak akibat energi besar yang dilepaskan selama proses tersebut.
Rekaman fenomena ini diabadikan oleh warga lokal bernama Mona Hansen. Pada waktu yang hampir bersamaan, seorang peselancar kayak di kawasan Laguna Gletser Islandia juga menyaksikan kejadian serupa dari kejauhan. Perubahan posisi gunung es menciptakan ombak kuat yang menyebar ke seluruh permukaan perairan.
Meski terlihat dramatis, bongkahan es tersebut berada cukup jauh dari daratan maupun jalur aktivitas masyarakat. Hingga kini tidak ada laporan mengenai korban jiwa ataupun kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.
Fenomena ini terjadi di sekitar Ilulissat Icefjord, kawasan yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2004. Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu kawasan dengan konsentrasi gunung es terbesar di dunia karena berbatasan langsung dengan Gletser Sermeq Kujalleq, gletser yang memiliki laju pergerakan sangat cepat.
Setiap tahunnya, gletser tersebut melepaskan bongkahan es berukuran besar ke perairan fjord. Akibatnya, kemunculan gunung es baru hingga perubahan bentuk maupun posisi bongkahan es menjadi bagian dari proses alam yang rutin terjadi di kawasan tersebut.
Meski demikian, proses terbaliknya gunung es dapat berlangsung secara tiba-tiba tanpa tanda yang mudah dikenali. Saat keseimbangan bongkahan berubah, energi yang dilepaskan mampu menghasilkan gelombang besar dan arus kuat yang berpotensi membahayakan kapal kecil atau siapa pun yang berada terlalu dekat.
Para ahli menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pencairan es yang berlangsung tidak merata pada bagian bawah gunung es. Karena sebagian besar volumenya berada di bawah permukaan laut, perubahan kecil akibat pelelehan dapat menggeser titik keseimbangan sehingga bongkahan es kehilangan stabilitas.
Ketika pusat gravitasinya berubah, gunung es akan berputar untuk mencapai posisi yang lebih seimbang. Proses inilah yang menyebabkan bongkahan es tampak terguling dan memunculkan sisi yang sebelumnya tersembunyi di bawah air.
Selain menghasilkan gelombang tinggi, peristiwa tersebut juga menciptakan turbulensi yang cukup kuat di sekitar lokasi. Oleh karena itu, para ahli mengingatkan wisatawan maupun pelaut untuk menjaga jarak aman dari gunung es yang mengapung, karena perubahan posisi dapat terjadi sewaktu-waktu.
Fenomena gunung es terbalik merupakan bagian dari dinamika alam di wilayah kutub. Meski tergolong normal, kejadian ini tetap menjadi pengingat akan besarnya energi yang tersimpan di balik bongkahan es raksasa yang tampak tenang saat mengapung di lautan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















