
BOGORTODAY.COM – Memasuki musim kemarau, kebutuhan air bagi tanaman menjadi perhatian penting. Berkurangnya curah hujan membuat tanaman tidak lagi mendapatkan pasokan air secara alami, sehingga penyiraman secara rutin menjadi kunci agar tetap tumbuh sehat dan tidak mudah layu.
Bagi sebagian orang, menentukan waktu yang tepat untuk menyiram tanaman sering kali menjadi pertanyaan. Apakah cukup dilakukan pada pagi hari, atau perlu ditambah penyiraman pada sore hari? Jawabannya bergantung pada jenis tanaman, kondisi tanah, dan usia tanaman itu sendiri.
Pagi Hari Menjadi Waktu Terbaik
Secara umum, waktu paling ideal untuk menyiram tanaman adalah pada pagi hari, sebelum sinar matahari mulai terik. Penyiraman di waktu ini membantu memenuhi kebutuhan air tanaman sebelum memasuki proses fotosintesis sepanjang hari.
Selain itu, air memiliki kesempatan lebih banyak untuk meresap ke dalam tanah dan diserap akar sebelum menguap akibat panas matahari. Kondisi ini membuat tanaman lebih siap menghadapi suhu yang meningkat pada siang hari.
Sore Hari Juga Bisa Menjadi Pilihan
Selain pagi, penyiraman juga dapat dilakukan menjelang matahari terbenam, terutama saat cuaca sangat panas atau tanaman membutuhkan tambahan air.
Menyiram tanaman pada sore hari membantu menurunkan suhu tanah dan memberikan kelembapan tambahan setelah tanaman terpapar panas sepanjang hari. Namun, penyiraman sebaiknya tidak dilakukan terlalu malam agar daun dan permukaan tanah tidak terlalu lama dalam kondisi lembap.
Hindari Menyiram Saat Matahari Terik
Menyiram tanaman pada siang hari bukan pilihan yang disarankan. Saat suhu sedang tinggi, sebagian besar air akan cepat menguap sebelum sempat diserap oleh akar.
Akibatnya, penyiraman menjadi kurang efektif dan tanaman tetap berisiko mengalami kekurangan air meskipun telah disiram.
Tidak Semua Tanaman Harus Disiram Setiap Hari
Frekuensi penyiraman tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis tanaman. Ada tanaman yang membutuhkan air setiap hari, sementara jenis lainnya cukup disiram beberapa kali dalam seminggu atau ketika media tanam mulai mengering.
Karena itu, penting memahami kebutuhan masing-masing tanaman agar penyiraman tidak berlebihan maupun terlalu sedikit.
Gunakan Kondisi Tanah Sebagai Patokan
Cara paling mudah mengetahui kapan tanaman perlu disiram adalah dengan memeriksa kelembapan tanah. Jika permukaan tanah terasa kering saat disentuh, itu menjadi tanda tanaman membutuhkan tambahan air.
Sebaliknya, apabila tanah masih lembap, penyiraman dapat ditunda agar akar tidak tergenang air yang berpotensi menyebabkan pembusukan.
Tanaman Muda Memerlukan Air Lebih Banyak
Usia tanaman juga memengaruhi kebutuhan air. Tanaman yang masih berada pada fase pertumbuhan umumnya membutuhkan penyiraman lebih sering dibandingkan tanaman yang sudah dewasa.
Hal ini karena tanaman muda sedang aktif membentuk akar, batang, dan daun sehingga memerlukan pasokan air yang cukup untuk mendukung proses pertumbuhannya.
Sesuaikan Penyiraman dengan Kondisi Cuaca
Saat musim kemarau, tanah cenderung lebih cepat kehilangan kelembapan sehingga tanaman mungkin membutuhkan penyiraman lebih sering. Sebaliknya, ketika hujan masih turun secara rutin, frekuensi penyiraman dapat dikurangi agar media tanam tidak terlalu basah.
Dengan memilih waktu penyiraman yang tepat, memperhatikan kondisi tanah, serta menyesuaikannya dengan jenis dan usia tanaman, tanaman hias maupun tanaman produktif di rumah dapat tetap tumbuh subur dan sehat meski memasuki musim kemarau.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















