BOGOR TODAY – Lima orang warga Kelurahan Cikaret, Kota Bogor resmi mencalonkan diri di pemilihan Ketua LPM tingkat kelurahan. Kelima orang tersebut, di antaranya Arga Wiyansyah (petahana), Yusuf Tatang, Aen Karnaen, Akasyah dan Asep Priatna.

Ketua Panitia Pemilihan LPM, Muhamad Rosyid mengatakan, pedaftaran calon ketua LPM resmi ditutup dan ada lima calon yang akan bertarung di pemilihan LPM tingkat Kelurahan Cikaret. “Pendaftaran sudah ditutup, proses selanjutnya pengundian nomor urut yang akan dilaksanakan Sabtu mendatang,” kata Rosyid di Kantor Kelurahan Cikaret.

Ia menjelaskan di pemilihan LPM ini setiap RW memiliki jatah masing-masing 5 suara, diantaranya Ketua RW dan RT, di tambah tokoh masyarakat atau atau tokoh pemuda.

“Di sini ada 12 RW dan 72 RT, namun di masing-masing RW cuma diberi 5 orang yang berhak memilih calon ketua LPM. Jadi totalnya 60 suara,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Calon Ketua LPM Arga Wiyansyah mengatakan, majunya kembali di bursa pemilihan LPM ini karena masih banyak pekerjaan yang belum tuntas, sehingga akan dilanjutkan program tersebut jikalau terpilih kembali.

“Ya, masih ada yang harus saya benahi, baik itu dibidang ekonomi, pendidikan dan juga infrastruktur. Selama saya menjabat baru sekitar 40 persen, jadi saya akan lanjutkan dan mohon doanya,” katanya.

Sementara itu, Yusuf Tatang yang pernah menjabat LPM di periode sebelumnya mengatakan, majunya di pemilihan LPM ini lantaran dia melihat program kerja LPM ini masih terbilang jauh dari harapan, terutama di segi penataan lingkungan.

“Ada hal yang belum, ada sesuatu yang ingin saya bangun, terutama masalah penataan lingkungan ya. Saya lihat pengurus LPM yang kemaren ga ada ya. Mudah-mudahan dengan majunya saya ini dan jika terpilih bisa mewujudkan itu,” kata manta Ketua LPM tersebut.

Calon LPM lain, Asep Priatna menuturkan majunya di LPM ini ingin memajukan wilayah Cikaret di bidang pembangunan diluar musrenbang. “Kan di situ ada CSR, aspirasi dan saya coba untuk mendorong demi memajukan wilayah,” kata Asep.

Senada, Akasyah mengatakan, ikut di kontestasi ini karena dirinya memiliki pengalaman sebagai ketua RW di wilayahnya. “Saya melihat pembangunan ini sementara yang saya baca dengan data memang ada kelemahan, diantaranya belum terstruktur dan tidak punya database yang jelas. Jadi ini alasan saya maju di pemilihan LPM,” ujarnya. (Heri)